Harga Minyak Turun Usai Trump Janji Pandu Selat Hormuz

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Minyak Turun Usai Trump Janji Pandu Selat Hormuz

Share this article

Gotrade News - Harga minyak dunia melanjutkan pelemahan pada perdagangan awal Senin (4/5) setelah Presiden AS Donald Trump berjanji memandu kapal netral keluar dari Selat Hormuz mulai hari ini. Brent turun di bawah USD108 per barel dan WTI berada di kisaran USD101 per barel.

Pelemahan terjadi di tengah meredanya tensi antara Washington dan Teheran yang memasuki pekan ke-10 konflik. Pasar memandang langkah Trump sebagai sinyal de-eskalasi terhadap blokade ganda di kawasan Teluk Persia.


Key Takeaways

  • WTI turun 0,5% ke USD101,45 per barel dan Brent melemah 0,2% ke USD107,93 per barel.
  • Trump menjanjikan pemanduan kapal netral dari Selat Hormuz untuk membebaskan pelayaran sipil.
  • Saham energi global seperti Exxon Mobil (XOM) menjadi acuan eksposur sektor minyak.

Brent turun 0,2% ke USD107,93 per barel sementara WTI melemah 0,5% ke USD101,45 per barel pada perdagangan Asia. Penurunan ini melanjutkan tren tiga hari berturut-turut sejak harga sempat menyentuh level tertinggi sejak 2022.

Trump mengumumkan rencana memandu kapal netral lewat Truth Social dengan tujuan membebaskan orang, perusahaan, dan negara yang tidak terlibat konflik. Iran sebelumnya menutup pelayaran dari Teluk Persia sementara AS mencegat kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran.

Sentimen Pasar

ANZ Research mencatat proposal damai Iran sempat mendorong selera risiko pasar pada awal pekan. Namun, komentar Trump yang menolak versi terbaru proposal tersebut membatasi optimisme pelaku pasar.

Iran disebut tengah mengkaji tanggapan Washington atas proposal damai 14 poin yang mereka ajukan lewat mediasi Pakistan. Negosiasi dilaporkan berjalan positif meskipun Trump belum memberi rincian kemajuan.

Pasar saham mempertimbangkan dampak penurunan harga energi terhadap saham sektor migas seperti Chevron (CVX) dan operator hilir. Eksposur komoditas via United States Oil Fund (USO) menjadi alternatif bagi investor yang ingin mengikuti pergerakan minyak mentah.

Ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor pengintai meskipun harga melemah moderat. Investor berhati-hati menjelang perkembangan diplomatik antara AS dan Iran sepanjang pekan ini.

Pergerakan harga energi juga berdampak pada IHSG yang sebagian sektornya bergantung pada arah komoditas global. Eksposur diversifikasi ke SPDR Energy Select ETF (XLE) dapat dijadikan pembanding kinerja sektor energi AS.

Sources

Bloomberg Technoz, Harga Minyak Turun Usai Trump Janji Pandu Kapal Keluar Hormuz, 2026.

IDX Channel, Harga Minyak Melemah, Sentimen Timur Tengah Masih Membayangi, 2026.

Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade