Gotrade News - Dua tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Selat Hormuz meski Iran mulai memberi kelonggaran bagi sejumlah kapal lain. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi pemerintah Indonesia masih aktif bernegosiasi dengan otoritas Iran untuk membuka akses bagi kedua kapal tersebut.
Krisis ini bukan sekadar isu geopolitik global bagi Indonesia, melainkan ujian nyata ketahanan energi nasional. Sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah yang pengirimannya melewati Selat Hormuz, menurut pernyataan Bahlil kepada media.
Key Takeaways:
- Stok BBM nasional terjaga di atas 20 hari pasokan, namun dua tanker Pertamina masih belum bisa melintas Hormuz
- Pemerintah mendiversifikasi impor ke Angola, Nigeria, dan AS sambil menjajaki pembelian minyak Rusia lewat pertemuan Prabowo-Putin
- Iran berencana memungut biaya transit Selat Hormuz menggunakan kripto, menciptakan risiko kepatuhan baru bagi perusahaan pelayaran global
Stok Aman, Tapi Negosiasi Belum Tuntas
Bahlil menyatakan Indonesia telah berhasil melewati fase kritis krisis pasokan bahan bakar minyak akibat perang Timur Tengah. Stok BBM nasional diklaim terjaga di atas 20 hari kebutuhan, yang dianggap cukup sebagai buffer pasokan, menurut laporan Kompas.com.
Namun kondisi dua tanker Pertamina di Selat Hormuz belum terselesaikan sepenuhnya. Iran memang mulai memberi kelonggaran bagi beberapa kapal untuk lewat, tetapi Pertamina Pride dan Gamsunoro belum termasuk yang diizinkan, berdasarkan update Bahlil kepada media pada Jumat (10/4/2026).
Untuk mengisi celah pasokan, Indonesia telah mengalihkan sebagian impor minyak mentahnya ke Angola, Afrika, Nigeria, dan Amerika Serikat. Langkah diversifikasi ini bersifat darurat jangka pendek dan belum tentu berkelanjutan secara biaya maupun volume, menurut keterangan Bahlil.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam waktu dekat. Kunjungan ini dikonfirmasi Bahlil dan diduga akan membahas kelanjutan kerja sama energi, termasuk opsi impor minyak mentah Rusia untuk menggantikan pasokan dari Hormuz, menurut laporan Kumparan.
Pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat dikonfirmasi Bahlil sudah mulai berjalan, sementara Dubes Rusia untuk RI menyatakan belum menerima permintaan resmi dari Pertamina terkait pembelian minyak Rusia, seperti dilaporkan Kumparan. Kerja sama Rosneft-Pertamina untuk kilang Tuban menjadi salah satu agenda yang diduga akan dibahas dalam pertemuan Prabowo-Putin.
Iran, Kripto, dan Risiko Baru bagi Pelayaran Global
Di tengah negosiasi diplomatik yang belum tuntas, Iran dilaporkan sedang mendorong penggunaan mata uang kripto sebagai alat pembayaran tarif kapal yang melintas Selat Hormuz. Rencana ini mencakup opsi pembayaran dalam Bitcoin, yuan, maupun stablecoin, berdasarkan laporan Bloomberg dan Financial Times yang dikutip Kumparan.
Langkah ini diambil Iran untuk menghindari sanksi internasional, karena aset digital lebih sulit disita dibandingkan sistem keuangan berbasis dolar AS. Data Chainalysis mencatat ekosistem kripto Iran telah mencapai nilai sekitar USD 7,8 miliar pada tahun lalu, menunjukkan infrastruktur keuangan digital yang sudah matang.
Namun para pelaku industri pelayaran melihat rencana ini hampir mustahil dieksekusi secara legal. Perusahaan pelayaran global yang tunduk pada aturan kepatuhan ketat akan dipaksa membeli kripto dan mengirimkannya ke entitas yang berpotensi masuk daftar sanksi, sesuatu yang hampir pasti diblokir oleh bursa kripto resmi, menurut Jake Ostrovskis dari Wintermute seperti dikutip Bloomberg.
Dari sisi diplomatik, Presiden Prabowo melantik Andi Rahadian sebagai Duta Besar RI untuk Kesultanan Oman pada Jumat (10/4/2026), tepat saat situasi Selat Hormuz belum pulih sepenuhnya, menurut Bloomberg Technoz. Oman adalah tetangga langsung Selat Hormuz dan selama ini menjadi jalur diplomasi penting antara Iran dengan negara-negara Barat, sehingga pelantikan ini memberi sinyal bahwa Indonesia memperkuat saluran diplomatiknya untuk mengamankan akses energi di kawasan.
Produksi Domestik Jadi Tameng Jangka Panjang
Di balik tekanan impor, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menjadi tumpuan produksi dalam negeri dengan kontribusi 65 persen dari total produksi minyak nasional dan total produksi migas sekitar 1 juta BOEPD, menurut Direktur Perencanaan Strategis PHE Edi Karyanto seperti dilaporkan Liputan6. PHE menargetkan kenaikan produksi minyak dari 557 ribu menjadi 595 ribu barel per hari pada 2026 melalui pengeboran sekitar 800 sumur tahun ini.
Penguatan produksi domestik ini secara langsung mengurangi eksposur Indonesia terhadap gangguan pasokan dari jalur Hormuz. Namun kondisi lapangan yang sebagian besar sudah tua membuat laju penurunan produksi alami cukup curam, kata Edi Karyanto, sehingga target produksi 2026 memerlukan aktivitas pengeboran yang agresif.
Bagi investor yang memantau saham sektor energi, tekanan pasokan dari krisis Hormuz mendukung harga minyak tinggi yang menguntungkan produsen domestik seperti PHE. Namun ketidakpastian yang sama juga menaikkan risiko investasi di sektor energi, terutama bagi emiten yang bergantung pada rantai pasok impor.
Krisis ini memperlihatkan pentingnya pendekatan macro trading dalam membaca peluang dari event geopolitik, serta perlunya strategi hedging yang jelas bagi investor. Menkeu Thailand meramalkan harga minyak tetap tinggi hingga dua tahun ke depan, yang berpotensi memperpanjang tekanan inflasi dan suku bunga di seluruh kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, menurut Bloomberg Technoz.
Sumber:
- Bahlil Update 2 Tanker RI di Hormuz Saat Iran Beri Kelonggaran, Bloomberg Technoz
- Bahlil Klaim RI Lewati Krisis BBM, Stok Nasional Aman di Atas 20 Hari, Kompas.com
- Prabowo Akan Bertemu Putin, Akan Bahas Pembelian Minyak Rusia?, Kumparan
- Iran Mau Pungut Biaya Lewati Selat Hormuz Pakai Kripto, Kumparan
- Prabowo Lantik Dubes RI untuk Oman di Tengah Polemik Selat Hormuz, Bloomberg Technoz
- PHE Dominasi Produksi Minyak Nasional, Kontribusi Capai 65 Persen, Liputan6












