Gotrade News - Badan Energi Internasional (IEA) mengusulkan pelepasan minyak terbesar dari cadangan strategis untuk menstabilkan harga. Langkah ini muncul di tengah ketegangan perang AS-Israel dengan Iran yang memicu lonjakan harga.
Key Takeaways:
- Pelepasan ini bertujuan menekan harga minyak global yang melonjak tajam.
- IEA merespons penutupan Selat Hormuz yang hampir total akibat konflik.
- Pelepasan hanya terlaksana jika semua negara anggota IEA menyetujui.
Usulan ini akan melebihi jumlah 182 juta barel yang dirilis pada 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina. Pertemuan darurat IEA dihadiri 32 negara anggota, dan keputusan akan diambil pekan ini.
Faktor utama pelepasan ini adalah gangguan signifikan akibat hampir tertutupnya Selat Hormuz. Selat tersebut adalah jalur penting bagi sekitar seperlima suplai minyak dunia, yang saat ini terancam akibat ketegangan regional.
IEA menargetkan meredam dampak dari situasi ini, yang juga memengaruhi pasokan energi global. Dengan ancaman serangan terhadap kapal tanker, perdagangan minyak terhenti, berdampak buruk terhadap ekonomi dunia.
Konferensi di Paris ini akan mengevaluasi semua risiko dan hasil terkait pelepasan cadangan strategis. Keberhasilan usulan ini bergantung pada dukungan bulat dari semua anggota, yang masih dalam pembahasan intensif.
Referensi:
- Bloomberg, IEA Reportedly Proposes Largest Ever Oil Stockpile Release. Diakses 11 Maret 2026
- Benzinga, US-Iran War March 11 Updates: Iran Attacks US Bases, Israel Rejects Lebanon's Truce Talks, IEA Reportedly Weighs Record Oil Release. Diakses 11 Maret 2026
- CNBC, US strikes iran mine ships strait of hormuz war oil.html. Diakses 11 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












