Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali membuka perdagangan di zona hijau pada Selasa (25/2/2026). Mengutip data RTI, indeks dibuka naik 31,96 poin atau 0,38% ke level 8.428 dari penutupan sebelumnya di 8.396,08.
Penguatan ini ditopang oleh sektor keuangan yang menguat 0,85% dan sektor bahan dasar yang naik 0,81%. Sementara tekanan datang dari sektor infrastruktur yang melemah 0,56% dan sektor energi yang turun 0,45%.
Key Takeaways:
- Sektor keuangan menjadi penopang utama penguatan IHSG di awal sesi perdagangan Selasa (24/2).
- Sentimen positif datang dari keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif resiprokal Trump, serta respons konstruktif MSCI terhadap proposal reformasi pasar BEI dan OJK.
- Rupiah tercatat melemah 0,20% ke Rp16.836 per dolar AS, menjadi faktor yang perlu dicermati di sisa sesi.
Berdasarkan data Bloomberg Technoz, BRI Danareksa Sekuritas menyebut IHSG ditopang oleh net foreign buy sebesar Rp1,1 triliun di pasar reguler pada perdagangan sebelumnya. Pasar juga merespons positif perkembangan proposal reformasi pasar oleh BEI dan OJK yang mendapat respons konstruktif dari MSCI dan FTSE.
Pada pukul 09.20 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau meski tipis di level 8.404,28. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.437,08 dan terendah 8.393,63 di awal sesi perdagangan.
Volume perdagangan tercatat mencapai 7,5 miliar saham dengan nilai transaksi harian sebesar Rp3,5 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 525.206 kali berdasarkan data RTI.
Sebanyak 233 saham menguat, 307 saham melemah, dan 170 saham tidak bergerak pada pertengahan sesi awal. Tekanan jual yang cukup besar terlihat dari jumlah saham yang melemah yang melampaui saham yang menguat.
Sentimen Campuran Warnai Perdagangan
Dari dalam negeri, potensi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri menjadi salah satu katalis positif yang dicermati pelaku pasar. Kenaikan harga komoditas seperti CPO, timah, nikel, emas, dan batu bara juga disebut sebagai sentimen pendukung oleh CGS International Sekuritas Indonesia.
Di sisi lain, pelemahan indeks Wall Street akibat kenaikan tarif impor AS dan kekhawatiran terhadap potensi disrupsi kecerdasan buatan (AI) ke berbagai sektor menjadi sentimen negatif yang perlu diwaspadai. CGS International Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak variatif cenderung menguat dengan support di 8.205–8.300 dan resistance di 8.490–8.590.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan ke kisaran 8.440–8.503 selama mampu bertahan di atas level 8.170. Namun ia mengingatkan adanya potensi koreksi jangka pendek ke area 8.257–8.343 jika level tersebut tidak terjaga.
Kondisi Bursa Asia dan Rupiah
Di pasar Asia, bursa Jepang menguat dengan Nikkei 225 naik 0,74% ke 57.243, sedangkan Hang Seng Hong Kong tertekan 1,81% ke 26.590. Indeks SSE Composite China menguat 0,68% ke 4.109, sementara Straits Times Singapura turun 0,85% ke 4.998, berdasarkan data Kumparan.
Nilai tukar rupiah tercatat melemah 34 poin atau 0,20% ke Rp16.836 per dolar AS pada pukul 09.00 WIB. Pelemahan ini menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau karena dapat mempengaruhi sentimen investor asing di pasar saham domestik.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
iNews, IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Nilai Transaksi Tembus Rp1 Triliun. Diakses pada 24 Feb 2026
-
Liputan6, IHSG Dibuka Perkasa 24 Februari 2026, Tapi Tekanan Jual Besar. Diakses pada 24 Feb 2026
-
Bloomberg Technoz, Sentimen Positif Berseliweran, IHSG Dibuka Hijau. Diakses pada 24 Feb 2026
-
Featured Image: Shutterstock












