Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (27/04). Tekanan datang dari sentimen rebalancing MSCI, defisit APBN, dan revisi outlook Moody's ke negatif.
IHSG menutup pekan lalu di 7.129,49 setelah anjlok 3,38% pada Jumat (24/04), mengutip kumparan. Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks bisa menguji support psikologis 7.000 pekan ini.
Key Takeaways:
- Support terdekat berada di 7.022 dengan resisten di 7.313 dan 7.484.
- Saham BREN dan DSSA berisiko dikeluarkan dari indeks MSCI karena masalah free float.
- Moody's mempertahankan rating Baa2 namun memangkas outlook dari stabil ke negatif.
MNC Sekuritas, melalui Herditya Wicaksana, menilai indeks rawan koreksi terbatas ke kisaran 7.022 hingga 7.115 untuk menutup gap, mengutip liputan6. Pilarmas Investindo Securities melihat pergerakan dalam pita 7.000 hingga 7.325.
WH Project menilai IHSG kembali masuk pola downtrend channel setelah sempat bertahan di status emerging market, mengutip idxchannel. Sentimen MSCI terus membayangi karena tidak ada saham baru masuk indeks dan rotasi keluar berlanjut.
Saham rekomendasi MNC pekan ini meliputi ADMR, BULL, DAAZ, dan HRTA dengan strategi buy on weakness. ADMR menargetkan 1.970 hingga 2.090 dengan stoploss di bawah 1.740.
Phintraco menyodorkan ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, dan SRTG sebagai pilihan trading. Investor juga mencermati keputusan The Fed dan rilis manufaktur Tiongkok pekan ini.
Rupiah dan harga minyak menjadi faktor tambahan yang membentuk sentimen domestik. Pelemahan rupiah bisa mempertajam tekanan jual asing pada saham big caps.
Defisit APBN 2026 yang berpotensi melebar memperkuat alasan Moody's memangkas outlook. Pasar akan menilai komunikasi fiskal pemerintah sebagai variabel kunci minggu ini.
Para investor disarankan menyesuaikan posisi dengan disiplin stoploss yang ketat. Volatilitas dua arah masih dominan selama paket sentimen makro belum jernih.












