IHSG Menguat ke 7.492, Saham Prajogo & WBSA Melonjak

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
IHSG Menguat ke 7.492, Saham Prajogo & WBSA Melonjak

Share this article

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,46% ke level 7.492 pada penutupan sesi I perdagangan Senin, 13 April 2026. Penguatan ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham komoditas dan energi, termasuk deretan saham grup Prajogo Pangestu yang kompak menguat.

Pemulihan IHSG terbilang impresif mengingat indeks sempat melemah tajam di awal sesi pagi. Pasar akhirnya rebound kuat menjelang akhir sesi I dengan kisaran perdagangan harian antara 7.351,36 hingga 7.500,13.


Key Takeaways:

  • IHSG naik 34,23 poin ke 7.492,73 pada sesi I, dengan nilai transaksi Rp 10,10 triliun dan kapitalisasi pasar mencapai Rp 13.325 triliun.
  • Saham grup Prajogo memimpin penguatan: BRPT melonjak +15,40%, TPIA +5,76%, CUAN +5,58%, dan BREN +4,31%.
  • WBSA, IPO pertama di BEI tahun 2026, melonjak 24,78% ke Rp 282 hanya beberapa hari setelah melantai pada 10 April 2026.

IHSG Pulih Kuat Setelah Tekanan Pagi

IHSG membuka perdagangan Senin dengan tekanan, sempat menyentuh level terendah harian di 7.351,36 sebelum akhirnya berbalik arah secara konsisten. Pemulihan yang solid ini mencerminkan kepercayaan investor pada sektor-sektor unggulan domestik di tengah tekanan dari bursa Asia.

Sebanyak 348 saham mencatatkan kenaikan, 305 terkoreksi, dan 162 stagnan dari total saham yang diperdagangkan. Nilai transaksi mencapai Rp 10,10 triliun dengan volume 23,55 miliar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,51 juta kali.

Tiga Sektor Pendorong Utama

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, delapan sektor berakhir di zona hijau pada sesi I. Sektor bahan baku memimpin kenaikan dengan penguatan 2,53%, diikuti sektor energi +2,41% dan perindustrian +1,88%.

Penguatan sektor-sektor berbasis komoditas ini sejalan dengan tren macro trading yang kerap mendorong rotasi ke aset komoditas saat sentimen global sedang dalam tekanan. Investor domestik tampaknya memanfaatkan koreksi pagi sebagai peluang beli pada harga yang lebih rendah.

Saham Grup Prajogo Borong Penguatan

Deretan saham konglomerasi milik Prajogo Pangestu menjadi motor utama kenaikan IHSG sesi I. BRPT (Barito Pacific) memimpin sebagai top gainer dengan lonjakan 15,40% ke harga Rp 2.210, diikuti PTRO yang menguat 10,70% ke Rp 5.950.

Saham grup lainnya turut kompak menguat: TPIA naik 5,76%, CUAN menguat 5,58%, dan BREN bertambah 4,31%. Aksi beli serempak di saham-saham afiliasi konglomerat ini menjadi salah satu sinyal bahwa foreign flow di IHSG maupun investor institusional lokal mulai kembali mengakumulasi saham komoditas domestik.

WBSA Melonjak 24,78%: IPO Perdana BEI 2026

Sorotan lain datang dari WBSA, saham PT BSA Logistics Indonesia yang menjadi perusahaan pertama melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026. Melantai pada 10 April 2026, WBSA langsung mencatatkan kenaikan tajam 24,78% ke harga Rp 282 dari harga acuan Rp 226.

Antusiasme pasar terhadap WBSA terlihat dari frekuensi perdagangan sebanyak 4.408 kali dengan volume 20.851 saham senilai Rp 626,8 juta. Direktur BEI menyebut pencatatan WBSA sebagai hal yang "menarik" karena menjadi perusahaan pertama yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang 2026.

Bagi investor yang memahami risiko investasi, euforia saham IPO seperti WBSA perlu dicermati dengan hati-hati karena likuiditas yang masih terbatas dan potensi volatilitas tinggi di hari-hari awal pencatatan.

Saham Laggard dan Tekanan Bursa Asia

Di sisi sebaliknya, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru membebani indeks. TLKM (Telkom Indonesia) turun 2,18%, ASII (Astra International) melemah 1,98%, dan ARKO terkoreksi 1,83%.

Bursa Asia secara umum berakhir di zona merah, dengan Hang Seng turun 1,16% dan Nikkei melemah 0,75%. Tekanan dari bursa regional ini sempat memengaruhi sentimen awal perdagangan IHSG, namun pasar domestik berhasil membuktikan ketahanannya dengan rebound yang solid menjelang akhir sesi I.

Bagi investor yang ingin mendiversifikasi eksposur di luar IHSG, memahami pergerakan indeks saham IDX30 maupun instrumen global seperti saham S&P 500 ETF dapat menjadi referensi tambahan dalam membaca sentimen pasar secara menyeluruh.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade