IHSG Naik Tipis ke 6.971, Gagal Bertahan di 7.000

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
IHSG Naik Tipis ke 6.971, Gagal Bertahan di 7.000

Share this article

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,22% ke level 6.971,95 pada perdagangan Senin (4/5/2026). Penguatan ini gagal mengangkat indeks kembali bertahan di atas level psikologis 7.000.

Kenaikan terjadi meski mayoritas sektor saham bergerak di zona merah pada sesi penutupan. Pola ini menunjukkan momentum penguatan masih rapuh dan butuh konfirmasi pada perdagangan berikutnya.


  • IHSG sempat menyentuh 7.069 di sesi pagi, namun gagal mempertahankan posisi tersebut hingga penutupan.
  • Sebanyak 357 saham melemah berbanding 327 saham menguat, menandakan tekanan jual masih dominan di bursa.
  • Aliran beli investor asing dan sektor konsumer siklikal menjadi penopang utama indeks pada sesi ini.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, indeks bergerak dalam rentang 6.946,06 hingga 7.069,69 sepanjang sesi perdagangan. Rentang lebar ini mencerminkan tarik-menarik kuat antara aksi beli pagi hari dan tekanan jual menjelang penutupan.

Total nilai transaksi tercatat Rp20,81 triliun dengan volume mencapai 57,84 miliar saham. Frekuensi perdagangan menyentuh 2,4 juta kali transaksi pada sesi reguler hari itu.

Mengutip data Liputan6, hanya 327 saham menguat dibanding 357 saham melemah dan 134 saham stagnan pada penutupan. Komposisi ini menggambarkan tekanan jual masih lebih dominan walau indeks utama berhasil ditutup hijau.

Indeks LQ45 yang berisi saham unggulan justru menguat lebih agresif sebesar 0,78% ke level 674,55. Penguatan saham-saham unggulan menjadi penopang utama yang menjaga indeks tetap di teritori positif.

Sektor dan Saham Penopang

Menurut data Bursa Efek Indonesia, sektor konsumer siklikal memimpin penguatan dengan kenaikan 2,53% pada sesi ini. Sektor konsumer non-siklikal naik 1,53% dan infrastruktur menguat 0,96% pada periode yang sama.

Tekanan terbesar datang dari sektor kesehatan yang terkoreksi 1,63% pada penutupan. Sektor teknologi melemah 1,56%, transportasi turun 1,52%, dan energi terkoreksi 1,20% di sesi yang sama.

Saham AMRT memimpin top gainer LQ45 dengan lonjakan 7,95% ke harga Rp1.425 per lembar. MAPI menguat 6,58% ke Rp1.295 dan JPFA naik 6,05% ke Rp2.630 pada penutupan sesi.

Tekanan signifikan terjadi pada saham GOTO yang anjlok 5,56% ke Rp51 per lembar. AADI melemah 5,39% ke Rp10.975 dan BUMI turun 4,17% ke Rp230 pada sesi yang sama.

Aliran Asing dan Konteks Regional

Mengutip data Kabar Bursa, investor asing membukukan akumulasi net buy Rp85,43 miliar pada saham JSMR sepanjang Januari hingga April 2026. Aliran beli ini mencerminkan selektivitas asing pada saham infrastruktur dengan fundamental EBITDA stabil.

Dilansir dari Liputan6, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 5,12% ke level rekor pada sesi perdagangan yang sama. Pergerakan regional yang variatif menunjukkan investor Asia masih selektif dalam memilah risiko antar pasar.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat Rp12.414 triliun pada penutupan Senin sore. Angka ini menjadi cerminan ukuran pasar saham domestik di tengah dinamika nilai tukar regional.

Bagi kamu yang memantau pergerakan IHSG, sesi berikutnya menjadi penentu apakah indeks bisa kembali menembus level 7.000. Konfirmasi tren penguatan membutuhkan perluasan sektor pendukung dan stabilisasi aliran beli asing.

Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade