IHSG Tertekan Akibat Sentimen Global

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
IHSG Tertekan Akibat Sentimen Global

Share this article

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan minggu ini dengan penurunan signifikan. IHSG turun 1,08% ke level 7.020,53 dalam pembukaan. Ini menunjukkan tekanan kuat dari aksi jual investor asing yang mencapai Rp1,89 triliun.

Investor asing terlihat menjual saham sektor finansial seperti BBCA, BBRI, dan BBNI. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakpastian pasar yang dipicu sentimen global. Konflik Timur Tengah dan harga minyak yang fluktuatif memengaruhi keputusan investor.

Mirae Asset Sekuritas menyoroti selera risiko investor yang tertekan. Risk-off menjadi pilihan pelaku pasar di tengah ancaman ekonomi global akibat perang di Iran. Selain itu, pidato ketua the Fed dan data ekonomi pekan ini akan menjadi perhatian utama.

Sentimen hawkish the Fed dapat memperkuat dolar AS dan imbal hasil obligasi. Hal ini berisiko menekan rupiah, SBN, dan IHSG lebih lanjut. Reaksi pasar terhadap kebijakan ini akan menentukan arah pasar minggu-minggu berikutnya.

Dari dalam negeri, IHSG akan terpengaruh oleh rilis data inflasi dan neraca perdagangan. Kebijakan pemerintah mengenai subsidi energi dan batas defisit juga diperhatikan pelaku pasar.

Analis memperingatkan bahwa melemahnya IHSG bisa menjangkau level 6.500-6.000. Ini disebabkan oleh tren pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Ketidakpastian global akan menjadi faktor utama yang memicu koreksi lebih lanjut.

William Hartanto dari WH Project menilai bahwa meski saat ini IHSG tertekan, tren jangka panjang masih menunjukkan potensi uptrend. IHSG telah menunjukkan kenaikan sejak 2008, meskipun belum jelas apakah ini mencerminkan titik terendah pasar.

Fani Suherman dari BNI Sekuritas juga memperkirakan IHSG akan bergerak di sekitar level support 6.900-7.000. Level resistance diharapkan berada pada rentang 7.130-7.160 saat pasar mencari arah di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, investor harus waspada terhadap perkembangan global. Pidato pendorong risiko, kebijakan the Fed, dan data ekonomi akan memengaruhi sentimen pasar dan keputusan investasi.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade