Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan minggu ini dengan penurunan signifikan. IHSG turun 1,08% ke level 7.020,53 dalam pembukaan. Ini menunjukkan tekanan kuat dari aksi jual investor asing yang mencapai Rp1,89 triliun.
Investor asing terlihat menjual saham sektor finansial seperti BBCA, BBRI, dan BBNI. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakpastian pasar yang dipicu sentimen global. Konflik Timur Tengah dan harga minyak yang fluktuatif memengaruhi keputusan investor.
Mirae Asset Sekuritas menyoroti selera risiko investor yang tertekan. Risk-off menjadi pilihan pelaku pasar di tengah ancaman ekonomi global akibat perang di Iran. Selain itu, pidato ketua the Fed dan data ekonomi pekan ini akan menjadi perhatian utama.
Sentimen hawkish the Fed dapat memperkuat dolar AS dan imbal hasil obligasi. Hal ini berisiko menekan rupiah, SBN, dan IHSG lebih lanjut. Reaksi pasar terhadap kebijakan ini akan menentukan arah pasar minggu-minggu berikutnya.
Dari dalam negeri, IHSG akan terpengaruh oleh rilis data inflasi dan neraca perdagangan. Kebijakan pemerintah mengenai subsidi energi dan batas defisit juga diperhatikan pelaku pasar.
Analis memperingatkan bahwa melemahnya IHSG bisa menjangkau level 6.500-6.000. Ini disebabkan oleh tren pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Ketidakpastian global akan menjadi faktor utama yang memicu koreksi lebih lanjut.
William Hartanto dari WH Project menilai bahwa meski saat ini IHSG tertekan, tren jangka panjang masih menunjukkan potensi uptrend. IHSG telah menunjukkan kenaikan sejak 2008, meskipun belum jelas apakah ini mencerminkan titik terendah pasar.
Fani Suherman dari BNI Sekuritas juga memperkirakan IHSG akan bergerak di sekitar level support 6.900-7.000. Level resistance diharapkan berada pada rentang 7.130-7.160 saat pasar mencari arah di tengah ketidakpastian global.
Ke depan, investor harus waspada terhadap perkembangan global. Pidato pendorong risiko, kebijakan the Fed, dan data ekonomi akan memengaruhi sentimen pasar dan keputusan investasi.
Referensi:
- MetroTV, IHSG Dibuka Terkoreksi Hari Ini. Diakses 30 Maret 2026
- RRI, IHSG Diprediksi Melemah, Anjlok saat Pembukaan Perdagangan. Diakses 30 Maret 2026
- IDX Channel, IHSG Turun 3 Hari Beruntun, Analis Waspadai Koreksi hingga 6.500-6.000. Diakses 30 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












