Gotrade News - Indonesia membuka diri untuk impor bahan bakar minyak (BBM) dari berbagai negara, termasuk Rusia, demi menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa strategi ini bertujuan untuk memastikan harga BBM tetap terjangkau di tengah gejolak harga minyak dunia.
- Pemerintah jamin stabilitas pasokan dan harga energi.
- Bahlil sebut Amerika Serikat sudah impor dari Rusia.
- Potensi kerja sama dengan Brunei dalam energi terbarukan.
Bahlil mencatat bahwa pemerintah tidak memandang asal BBM selagi harga yang ditawarkan kompetitif. Kondisi ini penting karena harga minyak global tengah berfluktuasi akibat konflik di Timur Tengah. Tidak hanya itu, Bahlil menuturkan bahwa pemerintah juga menjajaki kolaborasi dengan Brunei Darussalam dalam pasokan dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Pertemuan bilateral dengan Brunei di Jepang bertujuan untuk membantu Indonesia memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi sumber daya. Diskusi ini termasuk kemungkinan pembangunan industri LPG di Brunei dan memanfaatkan gas C3 C4 sebagai bahan baku LPG untuk dipasok ke Indonesia.
Diskusi ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan kelebihan minyak Brunei yang produksi hariannya mencapai 100.000 hingga 110.000 barel. Langkah tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu solusi strategis dalam menjaga ketersediaan energi domestik.
Pemerintah mengakui bahwa meski kekuatan fiskal melalui APBN masih kokoh, penyesuaian harga BBM subsidi belum dilakukan. Rencananya, evaluasi lebih lanjut akan dilakukan pada kuartal kedua tahun 2026 dengan mempertimbangkan perkembangan situasi politik dan ekonomi global.
Upaya antisipatif sudah dipersiapkan oleh pemerintah untuk menghindari kelangkaan energi. Langkah-langkah ini termasuk penyesuaian subsidi yang mungkin dilakukan menyesuaikan dinamika internasional. Dengan demikian, meski konflik di Timur Tengah mempengaruhi harga minyak, pemerintah bertujuan memastikan masyarakat tetap terlindungi.
Bahlil menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia tetap berkomitmen mengelola energi dan kebijakan fiskal secara adaptif demi mendukung stabilitas energi nasional.
Referensi:
- Liputan6, Bahlil Buka Pintu Impor BBM dari Banyak Negara, Termasuk Rusia. Diakses 17 Maret 2026
- Berita Satu, Indonesia Siap Impor Minyak dari Mana Saja untuk Stabilisasi Energi. Diakses 17 Maret 2026
- Bloomberg Technoz, Pemerintah RI Antre Lobi Bebaskan 2 Tanker Pertamina di Hormuz. Diakses 17 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












