Gotrade News - Presiden Prabowo Subianto menyoroti impor kakao Indonesia yang tinggi meski negara ini produsen besar. Nilai impornya mencapai Rp 18,7 triliun. Kondisi ini disebabkan rantai pasok yang belum optimal sehingga industri domestik lebih memilih impor. Hal ini menjadi paradoks karena kapasitas pengolahan kakao nasional mencukupi namun utilisasinya hanya sekitar 50%.
Ada peluang besar jika rantai pasok diperbaiki. Menurut Founder Supply Chain Indonesia, perbaikan bisa mengurangi impor hingga 50%, menghemat devisa USD 550 juta. Implikasi dari persoalan ini sangat penting karena menekan impor berarti memperkuat ekonomi dalam negeri.
Di sektor lain, Prabowo menargetkan pembangunan 1.100 Kampung Nelayan pada tahun 2026, bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan. Proyek ini diharap dapat meningkatkan pendapatan nelayan hingga 80% dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih dari 8%.
Seiring peningkatan produksi, peningkatan kapasitas industri juga menjadi sorotan penting. Pembangunan industri pengolahan dekat sumber bahan baku dapat mengurangi ketergantungan impor. Standardisasi pascapanen dan dukungan logistik menjadi kunci.
Namun, tantangan tetap ada pada tingginya biaya distribusi domestik. Biaya yang lebih mahal dari impor menjadikan bahan baku lokal kurang kompetitif. Prabowo mendukung hilirisasi untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal pada industri dalam negeri.
Pembangunan fisik dan pengembangan industri yang terintegrasi diharapkan mendorong pertumbuhan lebih lanjut. Dengan insentif investasi dan kemudahan perizinan, Indonesia dapat meningkatkan daya saing industrinya secara global.
Prabowo percaya, dengan langkah konkret dan mempercepat implementasi program, target pertumbuhan ekonomi lebih dari 8% dapat tercapai. Upaya reformasi ini penting untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan.
Kesimpulannya, meski beragam tantangan menghadang, ada optimism dan tekad kuat dari Prabowo dan pemerintah untuk menuntaskan masalah ini dengan solusi multi-sektoral.
Referensi:
- Liputan6, Prabowo Soroti Impor Kakao Rp 18,7 Triliun di Tengah Produksi Melimpah. Diakses 23 Maret 2026
- Kumparan, Prabowo Target Bangun 1.100 Kampung Nelayan pada 2026. Diakses 23 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












