Gotrade News - India semakin memilih untuk menggunakan mata uang lokal dalam perdagangan minyak, menggantikan dolar AS. Langkah ini dilakukan sejak Amerika Serikat memberikan lampu hijau kepada India untuk membeli minyak Rusia di awal Maret. India kini menggunakan berbagai mata uang dalam lingkup BRICS, yang memberikan dorongan ekonomi bagi keempat negara tersebut.
Pergeseran Nilai Ekonomi
Penggunaan petrodollar semakin berkurang sementara mata uang lokal negara anggota BRICS mulai diutamakan. India menyetorkan rupee dan mengkonversinya menjadi mata uang BRICS seperti yuan dan dirham untuk menyelesaikan perdagangan minyak. Hal ini secara langsung mendukung agenda BRICS untuk menyelesaikan perdagangan minyak menggunakan mata uang lokal.
Pemberitahuan pertama datang dari Rusia kepada India tentang pengaturan pembayaran alternatif untuk menghindari dolar AS, yang disepakati oleh India. Dengan demikian, empat mata uang teratas kini digunakan India untuk berdagang minyak dengan Rusia, memberikan tantangan terhadap ekonomi Amerika.
Dampak Global dan Regional
Penggunaan mata uang lokal BRICS untuk perdagangan minyak meningkatkan posisi anggota dalam ekonomi global. Penurunan penggunaan dolar berkontribusi terhadap pertumbuhan defisit AS, yang telah mencapai $39 triliun. Apabila Amerika gagal mengekspor inflasi melalui dolar, kemungkinan inflasi meningkat di dalam negeri pun bertambah.
New Delhi berkeinginan untuk menginternasionalisasi rupee, memanfaatkan setiap peluang untuk mendorong pengaruh mata uangnya. India dan Cina, meskipun memiliki persaingan regional, bersatu untuk menggunakan mata uang lokal BRICS. Perdagangan minyak menambah kekuatan ekonomi mereka, sesuai dengan agenda de-dolarisasi BRICS yang dimulai sejak 2022.
Referensi:
- Watcher Guru, BRICS in Action: India Increasingly Dumps US Dollar for Oil Trade. Diakses 27 Maret 2026
- Bloomberg, India to Borrow 8.2 Trillion Rupees in First-Half of Next Fiscal. Diakses 27 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












