Gotrade News - IPO SpaceX dihargai $135 per saham dengan valuasi raksasa sekitar $1,77 triliun. Penawaran besar ini menggalang dana hingga sekitar $75 miliar lewat penerbitan 555,6 juta saham baru.
Permintaan investor membanjir deras menjelang debut perdana saham SpaceX di bursa Nasdaq pada pekan ini. IPO yang disebut terbesar dalam sejarah ini berpotensi menggeser aliran dana di seluruh pasar saham AS.
Key Takeaways
SpaceX mematok harga $135 per saham dengan valuasi sekitar $1,77 triliun.
Order book tercatat dua kali oversubscribed dengan permintaan sekitar $150 miliar.
Jatah ritel mencapai 30%, jauh di atas standar IPO biasa.
Melansir The Motley Fool, order book SpaceX tercatat dua kali lipat lebih oversubscribed. Total nilai permintaan investor menyentuh sekitar $150 miliar, jauh melampaui target awal penggalangan dana $75 miliar.
Penetapan harga final dijadwalkan pada 11 Juni dan saham mulai diperdagangkan sehari setelahnya pada 12 Juni. Penawaran perdana ini hanya melepas sekitar 4% dari total kepemilikan perusahaan kepada investor publik.
Status oversubscribed itu berarti permintaan para investor jauh melampaui jumlah total saham yang tersedia untuk dibeli saat ini. SpaceX disebut bisa memakai opsi greenshoe untuk menambah pasokan saham dan menyerap sebagian kelebihan minat itu.
Akses Ritel yang Tak Biasa
SpaceX menyisihkan sekitar 30% dari seluruh saham publiknya secara khusus untuk para investor ritel. Porsi itu jauh di atas standar IPO normal yang umumnya hanya berkisar 5% hingga 10%.
Dilansir The Motley Fool, jatah ritel disalurkan lewat lima broker: Robinhood, Schwab, Fidelity, SoFi, dan E*TRADE. Namun pada praktiknya hanya sebagian kecil investor ritel yang benar-benar akan menerima alokasi saham secara langsung.
Karena permintaan oversubscribed, tidak semua pesanan para investor diperkirakan akan terpenuhi secara penuh. Sisa investor lainnya terpaksa membeli di pasar terbuka setelah saham SpaceX resmi tercatat di bursa.
Menurut The Motley Fool, total pendapatan SpaceX sepanjang 2025 mencapai sekitar $18,7 miliar. Meski pendapatan besar, perusahaan masih mencatat rugi bersih sekitar $2,6 miliar pada tahun yang sama.
Dampak ke Investor Pasif
Aturan baru Nasdaq yang berlaku sejak 1 Mei 2026 menyasar pencatatan perusahaan berukuran sangat besar. Emiten peringkat top-40 berdasarkan kapitalisasi bisa masuk indeks Nasdaq-100 hanya 15 hari dagang setelah listing.
Artinya, para pemegang ETF Nasdaq-100 seperti Invesco QQQ Trust (QQQ) bisa otomatis ikut terpapar SpaceX. Dana indeks pasif akan otomatis terdorong membeli saham pendatang baru ini begitu inklusi resmi mulai diberlakukan bursa.
Sebaliknya, masuk ke indeks S&P 500 membutuhkan masa seasoning selama 12 bulan perdagangan publik penuh. ETF besar seperti SPDR S&P 500 ETF (SPY) baru bisa terpapar SpaceX sekitar tahun 2027 mendatang.
Analis memperkirakan aturan indeks baru ini bisa memicu gelombang pembelian otomatis sekitar $22 hingga $27 miliar. Tekanan beli sebesar itu berasal dari dana pasif yang melacak indeks Nasdaq-100 dan indeks Russell.
Minat raksasa terhadap IPO besar ini juga kembali menyorot saham-saham sektor luar angkasa lainnya. Emiten seperti AST SpaceMobile (ASTS) kerap ikut terangkat ketika sentimen di sektor ruang angkasa kembali menghangat.
Sejarah menunjukkan IPO raksasa jarang langsung memberi imbal hasil besar pada tahun pertama perdagangannya. Investor yang gagal memperoleh alokasi awal masih bisa menanti titik masuk yang lebih murah nanti.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.