JPMorgan Habiskan USD 19,8 Miliar untuk Teknologi AI Tahun Ini

JPMorgan Habiskan USD 19,8 Miliar untuk Teknologi AI Tahun Ini

Share this article

Gotrade News - JPMorgan Chase mengumumkan bahwa kecerdasan buatan kini menjadi inti strategi kompetitif perusahaan, bukan sekadar alat efisiensi internal. Dalam presentasi perusahaan Senin (23/02), jajaran eksekutif memaparkan bagaimana AI telah menyentuh hampir seluruh lini bisnis, dari keputusan kredit hingga interaksi nasabah.

CEO Jamie Dimon menegaskan bahwa JPMorgan akan menjadi pemenang di sebagian besar area persaingan berbasis teknologi. Menurut laporan PYMNTS, Dimon menyatakan pihaknya akan menggunakan AI secepat mungkin untuk memberikan layanan lebih baik kepada nasabah.


Key Takeaways:

  • JPMorgan menargetkan belanja teknologi sekitar USD 19,8 miliar tahun ini, naik 10% dari tahun sebelumnya, dengan tambahan USD 1,2 miliar untuk proyek besar
  • AI sudah diterapkan di berbagai fungsi termasuk analitik arus kas, keputusan kredit, dan perdagangan agentic commerce
  • Kondisi konsumen AS dinilai stabil, dengan konsumen berpendapatan rendah tetap resilien menurut manajemen JPMorgan

CFO Jeremy Barnum mengungkapkan bahwa belanja teknologi perusahaan diproyeksikan mencapai sekitar USD 19,8 miliar tahun ini. Angka tersebut naik sekitar 10% dari tahun lalu, termasuk tambahan USD 1,2 miliar untuk proyek besar seperti platform Apple Card.

AI Bukan Strategi Baru bagi JPMorgan

Doug Petno, Co-CEO divisi Commercial and Investment Bank, menekankan bahwa pengembangan AI bukanlah langkah baru. Menurut PYMNTS, Petno menyatakan bahwa JPMorgan telah memiliki pusat keunggulan machine learning selama satu dekade terakhir.

Petno menyoroti salah satu kategori penerapan AI yang menonjol, yaitu memberikan nilai langsung kepada klien. Contohnya mencakup agentic commerce serta analitik arus kas yang lebih akurat untuk nasabah korporat.

Barnum menambahkan bahwa jumlah use case AI dalam produksi telah berlipat ganda tahun ini. Machine learning dan AI analitik telah mendorong peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya selama bertahun-tahun.

Mary Callahan Erdoes, CEO divisi Asset and Wealth Management, mengingatkan bahwa output algoritma tetap memerlukan penilaian profesional. Keseimbangan antara otomatisasi dan fungsi advisory menjadi perhatian penting dalam penerapan AI di manajemen aset.

Risiko dan Kondisi Konsumen Tetap Terjaga

Dari sisi risiko, para eksekutif mengakui adanya potensi kerentanan di industri perangkat lunak akibat kemajuan AI. Namun, manajemen menilai eksposur JPMorgan terhadap risiko tersebut masih terbatas.

Troy Rohrbaugh, Co-CEO Commercial and Investment Bank, mencatat bahwa ekosistem private credit masih dipenuhi banyak modal dan peluang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa JPMorgan sangat disiplin dalam mengelola risiko di area tersebut.

Terkait kondisi konsumen, Barnum menyampaikan bahwa pola belanja di berbagai segmen pendapatan masih berada dalam rentang historis normal. Konsumen berpendapatan rendah pun dinilai tetap resilien berdasarkan data internal perusahaan.

Barnum juga memproyeksikan tingkat net charge-off kartu kredit sekitar 3,4%, sejalan dengan ekspektasi sebelumnya. Pasar tenaga kerja disebut sebagai faktor kritis yang perlu terus dipantau ke depan.

Marianne Lake, CEO Consumer and Community Banking, mencatat bahwa perilaku optimisasi yield di kalangan nasabah deposito bukanlah fenomena baru. Kemudahan memindahkan uang antar produk keuangan membuat tren ini semakin mempercepat pergeseran dana.

Secara keseluruhan, presentasi JPMorgan menggambarkan perusahaan yang menempatkan AI sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dengan belanja teknologi yang terus meningkat dan kondisi konsumen yang stabil, bank terbesar di AS ini memosisikan diri sebagai pemain dominan di era perbankan berbasis kecerdasan buatan.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade