Gotrade News - Kazakhstan baru saja menyetujui konstitusi baru melalui referendum dengan 87% suara mendukung. Persetujuan ini menimbulkan spekulasi tentang stabilitas politik hingga pemilu 2029.
Key Takeaways:
- Konstitusi baru mengubah struktur pemerintahan dan peran wakil presiden.
- Pemilu presiden selanjutnya akan berlangsung pada 2029.
- Perubahan ini meningkatkan stabilitas politik menurut para pengamat.
Dengan konstitusi baru, Presiden Kassym-Jomart Tokayev dapat memperpanjang masa jabatannya di negara dengan sektor energi dan mineral yang aktif. Konstitusi ini juga mereformasi parlemen dan menghidupkan kembali posisi wakil presiden. Pengangkatan wakil presiden kini berada di tangan presiden, yang dapat menjadi faktor dalam kestabilan politik menjelang pemilu 2029.
Presiden Tokayev menegaskan tidak ada kekhawatiran mengenai dampak konstitusi terhadap masyarakat. Dengan partisipasi pemilih mencapai 73%, dukungan terhadap perubahan ini menunjukkan kepercayaan publik yang besar terhadap pemerintah saat ini. Oposisi terhadap konstitusi ini dinilai minim, sementara mantan Presiden Nursultan Nazarbayev mendukung langkah tersebut.
Pengamat memandang langkah ini bisa menjadi awal persaingan kekuasaan di Kazakhstan. Namun, Tokayev menyatakan konstitusi baru ini diharapkan dapat memastikan kesejahteraan masyarakat. Sejak merdeka dari Uni Soviet, Kazakhstan menjaga kontrol ketat atas politiknya, dan langkah ini terlihat sebagai cara melanjutkan stabilitas politik yang ada.
Referensi:
- Bloomberg, Kazakhstan Voters Back New Constitution With 87% Approval. Diakses 16 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












