Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus dan 3 Kematian

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • 23 kasus hantavirus di sembilan provinsi Indonesia, tiga pasien meninggal dengan fatalitas 13%
  • Kasus terkonsentrasi di Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Barat dengan total 17 kasus
  • WHO merilis tujuh langkah pencegahan terkait keberadaan virus di tikus 29 provinsi
Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus dan 3 Kematian

Share this article

Gotrade News - Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus hantavirus di sembilan provinsi Indonesia per pekan ke-16 2026. Tiga pasien meninggal dunia dengan tingkat fatalitas 13% menurut data kementerian.

Kasus terbanyak ditemukan di Jakarta dan Yogyakarta dengan masing-masing enam pasien. Jawa Barat menyusul dengan lima kasus, sementara enam provinsi lain mencatat satu kasus.


Poin Utama

  • 23 kasus hantavirus di sembilan provinsi Indonesia, tiga pasien meninggal dengan fatalitas 13%
  • Kasus terkonsentrasi di Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Barat dengan total 17 kasus
  • WHO merilis tujuh langkah pencegahan terkait keberadaan virus di tikus 29 provinsi

Seluruh kasus konfirmasi merupakan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome akibat strain Seoul virus. Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman menyatakan dua kasus suspek lain teruji negatif.

Sebaran kasus mencakup Jakarta enam pasien, Yogyakarta enam pasien, dan Jawa Barat lima pasien. Tiga provinsi mencatat satu kasus yaitu Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatera Barat.

Sulawesi Utara, Banten, dan Jawa Timur juga masing-masing mencatat satu kasus. Total sembilan provinsi terdampak menunjukkan persebaran yang sudah merata di luar wilayah episentrum awal.

Kemenkes menemukan keberadaan hantavirus pada tikus di 29 provinsi berdasarkan riset vektor. Riset dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Salatiga sebagai reservoir alami virus.

Organisasi Kesehatan Dunia merilis tujuh langkah pencegahan terkait persebaran virus di Indonesia. Panduan menekankan kebersihan rumah, penyegelan celah masuk tikus, dan penanganan area kontaminasi yang aman.

Pembersihan area terkontaminasi dilarang dilakukan dengan menyapu kering atau menyedot debu. WHO meminta area dibasahi terlebih dahulu untuk menghindari aerosol yang membawa partikel virus.

Penyimpanan makanan yang aman dan kebersihan tangan menjadi langkah lanjutan yang direkomendasikan. Identifikasi dini, isolasi kasus terkonfirmasi, dan pemantauan kontak erat juga menjadi protokol standar pencegahan.


Referensi

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade