Gotrade News - Harga rumah di Inggris melonjak 0,9% pada Maret, kenaikan bulanan terkuat sejak Desember 2024. Laporan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang Iran yang baru saja dimulai.
Key Takeaways:
- Kenaikan harga rumah Inggris melebihi ekspektasi sebelumnya.
- Perang Iran menimbulkan ketidakpastian ekonomi global.
- Kemampuan pasar properti Inggris bertahan diuji oleh kenaikan biaya pinjaman.
Data dari Nationwide menunjukkan peningkatan ini terjadi meskipun prediksi sebelumnya mengindikasikan tidak ada perubahan. Nilai rata-rata rumah mencapai £277,186 di Maret, menunjukkan permintaan properti tetap kuat meskipun kondisi global bergejolak.
Robert Gardner, kepala ekonom Nationwide, menyuarakan kekhawatiran terkait lonjakan harga energi global akibat situasi di Timur Tengah. Tekanan ini dapat membayangi perkiraan positif bagi pasar properti Inggris.
Sebelumnya, Capital Economics memperkirakan harga rumah akan naik 3,5% tahun ini. Namun, proyeksi tersebut direvisi akibat dampak perang di Iran, dengan potensi pertumbuhan lebih rendah sekitar 1,0% atau bahkan stagnasi dalam skenario terburuk.
Di tengah situasi ini, data dari Bank of England menunjukkan peningkatan pinjaman rumah untuk pertama kali dalam lima bulan pada Februari. Kondisi finansial rumah tangga tetap solid, berkat tingkat pengangguran yang terjaga dan tabungan yang cukup.
Penyesuaian cepat oleh pasar terhadap kenaikan suku bunga bisa terjadi, seiring tingginya tingkat pinjaman dengan suku bunga tetap. Namun, tekanan biaya lain, termasuk energi, tetap menjadi perhatian utama bagi masyarakat.
Apakah kenaikan harga rumah ini bertahan atau tertekan oleh konflik yang berkepanjangan masih harus dilihat, namun daya tahan pasar properti Inggris sedang diuji dalam ketidakpastian global.
Referensi:
- Bloomberg, UK Home Prices in Fastest Rise Since 2024, Nationwide Says. Diakses 31 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












