Kenapa Pasar Saham Anjlok Imbas Konflik Timur Tengah
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Ketegangan militer Israel dan Iran memasuki hari kelima pada Rabu (04/03). Eskalasi ini memicu kekhawatiran baru bagi investor pasar keuangan global.
Pelaku pasar merespons negatif ancaman gangguan pasokan energi secara global. Instrumen pasar luas seperti S&P 500 ETF berpotensi menghadapi fluktuasi tajam.
Harga minyak mentah Brent kini melampaui level $82 per barel. Angka ini merupakan posisi harga tertinggi sejak bulan Juli 2024.
Menurut laporan AP News, Iran mengendalikan wilayah perairan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu ancaman serius pada pergerakan kapal tanker dunia.
Jalur perairan tersebut menyalurkan sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia. Gangguan pada area ini dapat memicu lonjakan inflasi secara tiba-tiba.
Lonjakan biaya energi ini berpotensi menggerus margin keuntungan banyak perusahaan. Investor khawatir situasi ini akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi dunia.
Pasukan militer Amerika Serikat turut merespons serangan di kawasan tersebut. Hal ini semakin meningkatkan ketidakpastian arah pasar dalam jangka pendek.
Pemerintah Amerika Serikat mengaku telah menargetkan ribuan fasilitas milik Iran. Pernyataan ini disampaikan oleh Laksamana Brad Cooper melalui pesan video.
Konflik bersenjata ini belum menunjukkan tanda penyelesaian yang cukup jelas. Ketidakpastian geopolitik sering membuat investor beralih menuju aset yang aman.
Kamu perlu memantau pergerakan harga komoditas pada beberapa minggu depan. Volatilitas pasar saham kemungkinan besar tetap tinggi selama konflik berlangsung.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.