Gotrade News - Seorang hakim federal menunjukkan skeptisisme yang meningkat terhadap proyek ballroom Gedung Putih senilai $400 juta yang diinisiasi oleh Donald Trump. Proyek yang dijadwalkan selesai pada 2028 ini sedang menghadapi tantangan hukum dari pihak pelestari.
Key Takeaways:
- Hakim mempertanyakan alasan hukum melanjutkan proyek tanpa persetujuan kongres.
- Pakar hukum menyoroti kebutuhan pengawasan independen dan keterlibatan publik.
- Proyek ini mendapat dukungan mayoritas dari donor privat, termasuk perusahaan teknologi dan pertahanan.
Pada sebuah sidang, Hakim Richard Leon mengkritik pendekatan pemerintah dan Departemen Kehakiman tentang proyek ini. Dia menyoroti adanya perubahan teori dan dinamika yang dihadirkan sebagai dasar hukum proyek.
Gugatan dilayangkan oleh National Trust for Historic Preservation, yang menuntut agar Gedung Putih mematuhi hukum federal. Hal tersebut mencakup persetujuan kongres dan ulasan mandiri.
Pengacara pelestari Thaddeus Heuer menyatakan pengadilan telah menghadapi kebingungan panjang terkait kewenangan di balik proyek ini. Sementara itu, pengacara pemerintah Yaakov Roth membela proyek tersebut.
Bulan lalu, meskipun terdapat keberatan dari para pelestari, hakim memberikan lampu hijau terhadap proyek Trump ini. Trump menggambarkan ballroom tersebut sebagai struktur canggih untuk acara kenegaraan.
Ditopang oleh danai dari donor privat yang sebagian besar berasal dari perusahaan teknologi, pertahanan, dan kripto, proyek ini diklaim lebih maju dari jadwal dan berada di bawah anggaran diestimasikan.
Referensi:
- Benzinga, Trump's Ball Room A Case With 'Shifting Theories, Shifting Dynamics,' Says Judge Amid Legal Challenge. Diakses 18 Maret 2026
- CNBC, Trump goes alone in the Iran war as allies spurn requests to join. Diakses 18 Maret 2026
- Benzinga, Elizabeth Warren slams Trump for ballroom marble comments amid Iran war, oil constraints: 'Gas prices are up 27%'. Diakses 18 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












