Gotrade News - Bank Indonesia (BI) melaporkan arus modal asing keluar dari Indonesia mencapai Rp 18,6 triliun pada Maret 2026. Keluar arus modal ini terutama disebabkan oleh ketidakpastian pasar keuangan global akibat perang di Timur Tengah. Kondisi ini menuntut perhatian lebih dari investor, mengingat potensi dampaknya pada perekonomian Indonesia saat ini.
Key Takeaways:
- Konflik Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian pasar global.
- Arus modal keluar dari Indonesia mencapai Rp 18,6 triliun.
- Bank Indonesia menjaga suku bunga untuk kestabilan ekonomi.
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, dinamika global yang semakin tidak menentu telah mempengaruhi sentimen investor terhadap aset-aset di negara berkembang, termasuk Indonesia. Ketegangan antara Iran dan Israel sejak akhir Februari memberikan tekanan signifikan, terutama terhadap nilai tukar rupiah. Posisi rupiah tercatat melemah 1,29% pada 16 Maret 2026, menunjukkan dampak konflik terhadap mata uang ini.
Meski menghadapi tekanan eksternal, cadangan devisa Indonesia sampai Februari 2026 tetap solid dengan nilai USD 151,9 miliar. Angka ini mampu mendukung pembiayaan impor dan pembayaran utang luar negeri selama beberapa bulan ke depan, memberikan stabilitas di tengah ketidakpastian. Namun, lonjakan harga minyak dunia karena konflik tetap menjadi ancaman terhadap defisit transaksi berjalan tersebut.
Perang Timur Tengah telah turut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Ini berpotensi memperlambat penurunan suku bunga acuan oleh The Fed, tambah Perry. Bank Indonesia telah mengambil langkah dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% untuk melindungi nilai rupiah dan mengontrol inflasi.
Ke depan, BI berencana mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menanggapi konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah. Upaya ini diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah kondisi global yang tidak stabil. Sinergi dilakukan untuk memastikan ketahanan ekonomi domestik tetap terjaga meski situasi global memburuk.
Bagi investor, penting untuk terus memantau perubahan lingkungan investasi, khususnya petumbuhan ekonomi global dan dinamika pasar keuangan Indonesia. Peningkatan risiko global menuntut keputusan investasi yang lebih berhati-hati untuk melindungi portofolio dari potensi guncangan pasar yang mungkin terjadi.
Referensi:
- Liputan6, Efek Perang Timur Tengah, BI: Arus Modal Keluar Indonesia Tembus Rp 18,6 Triliun. Diakses 17 Maret 2026
- Berita Satu, BI Waspadai Perang Timur Tengah Tekan Rupiah dan Ekonomi RI. Diakses 17 Maret 2026
- Bloomberg Technoz, Terdampak Perang Iran, Harga Solar AS Tembus US$5,044/Galon. Diakses 17 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












