Gotrade News - Presiden Trump mengklaim Amerika Serikat memiliki pasokan senjata yang hampir tidak terbatas. Pernyataan ini muncul saat eskalasi konflik Timur Tengah terus menguras cadangan militer.
Klaim tersebut segera mendapat sorotan tajam dari berbagai analis pertahanan global. Menurut laporan dari Axios pada hari Rabu (04/03), cadangan senjata sekutu menurun drastis.
Key Takeaways:
-
Stok senjata Amerika Serikat dilaporkan menurun lebih cepat daripada kapasitas produksi.
-
Operasi militer di kawasan Timur Tengah diproyeksikan memicu lonjakan anggaran pertahanan.
-
Investor mulai menyoroti emiten pertahanan yang mendapat pesanan produksi rudal baru.
Tingkat produksi saat ini belum mampu mengimbangi kecepatan penggunaan senjata tersebut. Kesenjangan ini menciptakan tekanan besar bagi rantai pasokan militer negara Barat.
Trump menyatakan militer mampu berperang selamanya melalui unggahan media sosial terbarunya. Dia juga menekankan bahwa Amerika Serikat memiliki persenjataan tingkat menengah terbaik.
Pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel baru saja meluncurkan serangan balasan. Menurut laporan dari The Hill, operasi tempur ini menargetkan pangkalan militer Iran.
Potensi Durasi Konflik Terbuka
Pemerintah awalnya memproyeksikan operasi militer ini hanya berlangsung sekitar empat minggu. Namun Trump menegaskan bahwa militer memiliki kapasitas tempur jauh melampaui tenggat tersebut.
Sebanyak 56% warga Amerika Serikat kini mengantisipasi terjadinya perang jangka panjang. Data jajak pendapat terbaru itu menunjukkan sentimen publik yang cenderung sangat pesimis.
Iran sendiri dilaporkan telah menembakkan ratusan rudal dalam beberapa hari terakhir. Serangan intensif ini memaksa sistem pertahanan udara merespons secara terus menerus.
Taktik ini sengaja dirancang untuk menguras amunisi mahal milik negara Barat. Teheran dinilai sedang memainkan strategi perang atrisi yang mengandalkan kuantitas serangan presisi.
Dampak Sektor Industri Pertahanan
Situasi ini langsung memaksa pemerintah meningkatkan prioritas belanja amunisi secara signifikan. Anggaran bernilai puluhan miliar dolar dialokasikan untuk mendongkrak kapasitas produksi persenjataan.
Pemerintah telah menyepakati kontrak baru dengan beberapa kontraktor pertahanan skala global. Perusahaan seperti Lockheed Martin kini mendapat tugas penting mempercepat produksi rudal.
Kontrak serupa juga diberikan kepada RTX untuk memenuhi kebutuhan pertahanan jangka panjang. Mereka diwajibkan menyuplai lebih dari seribu rudal jarak jauh setiap tahun.
Dinamika ini tentu membuka peluang besar bagi saham sektor industri pertahanan. Kondisi pasar akan terus memantau peluncuran pesanan amunisi lanjutan dari pemerintah federal.
Investor perlu mewaspadai risiko geopolitik yang membebani prospek ekonomi makro global. Perang berkepanjangan selalu membawa ketidakpastian tinggi bagi arah kebijakan moneter di masa mendatang.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Axios, Trump claims America can fight "forever," but munitions are limited. Diakses 4 Maret 2026
-
The Hill, Trump: US has ‘unlimited’ munitions to fight wars ‘forever’. Diakses 4 Maret 2026
-
Featured Image: Shutterstock












