Klaim Trump soal 80 Juta Barel Minyak Venezuela Diragukan

Klaim Trump soal 80 Juta Barel Minyak Venezuela Diragukan

Share this article

Gotrade News - Presiden AS Donald Trump mengklaim negaranya telah menerima lebih dari 80 juta barel minyak dari Venezuela dalam pidato State of the Union pada Selasa (25/02). Namun, data pelacakan pengiriman kapal menunjukkan volume aktual yang jauh lebih kecil dari angka tersebut.

Trump juga menyebut produksi minyak AS naik lebih dari 600 ribu barel per hari, sambil menegaskan kembali komitmennya terhadap agenda "drill, baby, drill." Produksi gas alam AS disebut berada di titik tertinggi sepanjang masa, menurut klaim Trump dalam pidato tersebut.


Key Takeaways

  • Data pelacakan kapal menunjukkan ekspor minyak Venezuela sejak Januari hanya sekitar 30 juta barel, bukan 80 juta seperti klaim Trump
  • Pentagon mengonfirmasi penangkapan kapal tanker ketiga bermuatan minyak Venezuela di Samudera Hindia pada Selasa (25/02)
  • Pemerintah interim Venezuela tengah membuka industri minyaknya untuk perusahaan energi AS seperti Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips

Klaim vs Data Lapangan

Angka 80 juta barel yang disebut Trump ternyata melampaui volume ekspor aktual Venezuela. Menurut data yang dikompilasi pelacak industri dan dilaporkan Reuters, total ekspor minyak Venezuela sejak kesepakatan pertengahan Januari hanya mencapai sekitar 30 juta barel.

Angka tersebut juga mencakup pengiriman ke negara-negara lain, bukan hanya ke AS. Artinya, volume minyak Venezuela yang benar-benar masuk ke AS kemungkinan lebih kecil lagi dari 30 juta barel itu.

Klaim Trump soal minyak Venezuela disampaikan bersamaan dengan langkah militer AS yang makin agresif. Pentagon pada Selasa (25/02) mengumumkan penangkapan kapal tanker ketiga di Samudera Hindia yang terkait dengan minyak Venezuela.

Kapal bernama Bertha tersebut membawa sekitar 1,9 juta barel minyak mentah jenis Merey 16. Menurut Samir Madani, salah satu pendiri situs pemantau TankerTrackers.com sebagaimana dilaporkan Associated Press, Bertha adalah satu dari 16 kapal tanker yang meninggalkan perairan Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada 3 Januari.

Peluang Baru untuk Perusahaan Minyak AS

Situasi di Venezuela membuka pintu lebar bagi perusahaan energi AS untuk masuk ke industri minyak negara tersebut. Administrasi Trump telah menjanjikan pembukaan akses bagi perusahaan-perusahaan seperti Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips ke cadangan minyak Venezuela.

Pertemuan antara Trump dengan sejumlah perusahaan minyak soal Venezuela bahkan sudah berlangsung di Gedung Putih pada 9 Januari lalu. Menurut laporan Al Jazeera, pemerintah interim Venezuela juga telah mengajukan rancangan undang-undang untuk melonggarkan kontrol negara atas industri minyaknya.

Trump sebelumnya juga menyatakan rencana untuk mengunjungi Venezuela, meskipun tanpa memberikan detail lebih lanjut. Pujian Trump terhadap pemimpin interim Venezuela, Delcy Rodriguez, menandakan arah hubungan bilateral yang makin erat di sektor energi.

Langkah ekspansi minyak AS tidak terbatas pada Venezuela saja. Administrasi Trump juga memperluas ekstraksi minyak di dalam negeri, termasuk di Arctic National Wildlife Refuge di Alaska.

Bagi pasar energi global, kombinasi antara peningkatan produksi domestik AS dan akses ke cadangan Venezuela berpotensi mengubah dinamika pasokan minyak dunia. Namun, selisih besar antara klaim resmi dan data lapangan soal volume minyak Venezuela tetap menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade