Saudi Diskon Minyak, Tembaga Rebound, Nikel Super Squeeze

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Saudi Diskon Minyak, Tembaga Rebound, Nikel Super Squeeze

Share this article

Gotrade News - Tiga pergerakan komoditas global mengguncang pasar energi dan logam pada 8 Juni 2026. Saudi Aramco memangkas harga minyak ke Asia, tembaga rebound, dan nikel memasuki fase super squeeze.

Ketiganya mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang sedang berubah cepat. Investor dengan eksposur energi dan logam perlu mencermati arah harga ke depan.

Key Takeaways

  • Saudi Aramco memangkas harga minyak US$6 per barel ke Asia untuk Juli.
  • Tembaga rebound setelah turun hampir 3% berkat pembelian dari China.
  • Pasar nikel memasuki fase super squeeze dengan pasokan yang mengetat.

Penggerak Harga Komoditas

Saudi Aramco memangkas harga minyak mentah ke pembeli Asia untuk bulan kedua berturut-turut. Menurut Bloomberg Technoz, pemangkasan untuk Juli mencapai US$6 per barel.

Baca juga: Gotrade Daily: Intel Di-upgrade Ganda BofA, Target $135

Premium Arab Light kini berada di US$9,50 di atas tolok ukur regional. Trader sebelumnya hanya memperkirakan pemangkasan sekitar US$5, sehingga diskon ini melampaui ekspektasi pasar.

Konteksnya adalah ketegangan AS-Iran yang berlanjut dan gangguan di Selat Hormuz. Premium tetap mendekati level tertinggi dalam satu dekade, sementara margin kilang Asia menunjukkan tanda pemulihan awal.

Pemain minyak besar seperti Exxon Mobil (XOM) menjadi acuan investor yang memantau eksposur energi. Pergerakan harga minyak global biasanya berdampak langsung pada margin produsen terintegrasi.

Baca juga: Gotrade Daily: Kejutan Capex Oracle Guncang Wall Street

Di sisi logam, harga tembaga rebound setelah penurunan tajam pekan lalu. Dilansir Bloomberg Technoz, tembaga sempat turun hampir 3% di London Metal Exchange (LME) pada Jumat 5 Juni 2026.

Penurunan itu merupakan yang terbesar sejak pertengahan Maret. Pemulihan didorong oleh aktivitas pembelian China dan aliran logam menuju Amerika Serikat.

Produsen tembaga seperti Freeport-McMoRan (FCX) sensitif terhadap pergeseran permintaan global. Sentimen pasar tembaga sering menjadi indikator awal arah ekonomi industri dunia.

Namun, pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu spekulasi. Bank sentral AS atau Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga pada 2026, yang dapat menekan permintaan logam termasuk aluminium.

Risiko yang Membayangi

Pasar nikel kini memasuki fase yang disebut super squeeze. Menurut Bloomberg Technoz, PT Vale Indonesia (INCO) memperingatkan pengetatan pasokan dan permintaan.

Harga nikel naik karena persepsi keterbatasan pasokan dan permintaan yang kuat. Bernardus Irmanto, Presiden Direktur Vale Indonesia, menyebut batas atas harga sulit diprediksi di Indonesia Critical Mineral Conference.

Pemain nikel global seperti Vale S.A. (VALE) turut menjadi sorotan investor logam. Harga nikel secara historis bergerak siklikal dan tetap rentan terhadap koreksi.

Ketiga komoditas ini menggarisbawahi betapa cepat sentimen pasar dapat berubah. Investor disarankan memantau perkembangan pasokan dan kebijakan moneter secara berkelanjutan.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade