Krisis Energi Global Memanas Akibat Konflik Iran

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Krisis Energi Global Memanas Akibat Konflik Iran

Share this article

Gotrade News - Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah mengakibatkan gejolak di pasar keuangan dan energi global. Harga minyak dan gas alam cair (LNG) melonjak drastis akibat ketegangan di kawasan Teluk.

  • Lonjakan harga energi dipicu oleh gangguan pasokan dari Teluk.
  • Negara-negara Asia berebut alternatif pasokan dengan harga lebih tinggi.
  • Ketidakpastian memperburuk situasi ekonomi global.

Sejak serangkaian serangan Iran pada 28 Februari, harga minyak mentah melonjak lebih dari 40% menjadi $106 per barel. Sementara harga LNG naik sekitar 60%, memperburuk ketegangan inflasi global.

Pasar terancam semakin parah jika konflik berkepanjangan, memicu kekhawatiran pakar ekonomi seperti Neil Shearing dari Capital Economics. Dia memproyeksikan harga minyak dapat mencapai $150 per barel dalam enam bulan mendatang jika aksi militer berlanjut.

Jalur penting seperti Selat Hormuz, yang menghantarkan 20% minyak dan gas dunia, menjadi hampir tidak bisa dilalui. Sejumlah kapal yang mencoba melewati selat tersebut menjadi target serangan, menambah ketidakpastian di pasar global.

Konflik ini juga merambat ke sektor lain, seperti ekspor pupuk yang terhenti mengancam output pertanian dunia. Belum lagi kenaikan premi asuransi maritim yang semakin membebani ekonomi.

Secara lebih luas, ketergantungan negara-negara Asia pada minyak dan gas melalui selat ini menyebabkan keterkejutan ekonomi terbatas. Jepang, China, dan India termasuk yang paling terpengaruh oleh kenaikan harga energi ini.

Dengan pasokan LNG tambahan sulit didapatkan, negara-negara konsumsi di Asia terpaksa mengaktifkan langkah darurat untuk mengelola cadangan dan permintaan energi. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya stabilitas pasokan energi di kawasan Teluk bagi ekonomi global.

Aktivitas ekonomi di kawasan Teluk yang terhenti menyiratkan bahwa dampak negatif ini mungkin bertahan lama. Kebijakan lebih lanjut dari negara-negara bisa menjadi kunci untuk mengembalikan stabilitas energi dan ekonomi.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade