Gotrade News - Ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak menjadi fokus utama investor. Presiden Trump mendesak Iran untuk membuka Selat Hormuz dengan batas waktu yang ditetapkan.
Key Takeaways:
- Peluang peningkatan aksi militer di Timur Tengah memicu ketidakpastian pasar.
- Harga minyak Brent melonjak melebihi $110 per barel, menambah tekanan pada ekonomi global.
- Data pekerjaan AS yang kuat tidak mampu menenangkan kekhawatiran investor.
Meskipun laporan pekerjaan bulan Maret menunjukkan penambahan 178.000 pekerjaan, fokus pasar tetap pada ancaman konflik di Iran. Pasar saham tidak menunjukkan respons signifikan terhadap data pekerjaan ini.
Harga minyak global yang meningkat dapat mempengaruhi inflasi dan keputusan kebijakan moneter di AS. The Fed diharapkan menahan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75% sepanjang tahun.
Investor harus mengawasi laporan ekonomi mendatang untuk memahami dampak perang minyak terhadap perekonomian. Tekanan suplai minyak akibat potensi konflik dapat mengganggu stabilitas pasar.
Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi tantangan utama bagi investor. Kecemasan terhadap konflik dan akibatnya terhadap ekonomi global terus meningkat.
Referensi:
- Seeking Alpha, Gold and silver little changed as Trump's Iran war deadline nears. Diakses 7 April 2026
- Bloomberg, Oil Climbs With Trump's Iran Deadline in Focus: Markets Wrap. Diakses 7 April 2026
- Bloomberg, Trump Gives Hormuz Ultimatum in News Conference on Iran War. Diakses 7 April 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












