Gotrade News - Pasar energi dunia memasuki minggu kedua perang di Teluk Timur Tengah dengan lonjakan harga minyak yang bersejarah. Ekspor energi dari kawasan tersebut terhenti dan pertempuran semakin intensif antara Iran, Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara Teluk. Harga minyak Brent melonjak melebihi $100 per barel, mencerminkan potensi gangguan pasokan yang berkepanjangan.
Key Takeaways:
- Harga minyak dapat terus meningkat jika konflik berlangsung lama.
- Gangguan ekspor bisa menekan ekonomi global, termasuk Indonesia.
- Pola konsumsi energi mungkin perlu disesuaikan karena harga bahan bakar melonjak.
Lonjakan ini mengikuti akhir dari 'masa tenggang' pasar setelah seminggu pertama konflik yang relatif moderat. Dengan meningkatnya ketidakpastian mengenai kapan ekspor minyak dan gas akan normal kembali, para pedagang bersiap menghadapi gangguan pasokan yang lebih parah dan berkepanjangan.
Kapasitas ekspor normal, yang mencapai 20 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan, saat ini tertunda. Hal ini memerlukan baik berakhirnya konflik atau dinetralisasi secara total kemampuan Iran untuk mengganggu pengiriman. Dewasa ini, aktivitas kapal tanker mengalami penundaan akibat ancaman dari ranjau laut, kapal cepat, dan drone Iran.
Dampak ekonomi global dari konflik ini mulai terasa lebih dalam. Harga bensin rata-rata di Amerika Serikat kini mencapai $3.41 per galon, dan potensi kenaikan harga minyak di atas $100 per barel masih terbuka. Juga, konflik ini mengguncang pasar dengan menutup hampir seperlima dari pasokan minyak mentah dan gas alam global.
Penyumbatan di Selat Hormuz—jalur penting bagi perdagangan energi dunia—berarti negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait harus menghentikan pengiriman. Situasi ini meningkatkan ancaman ekonomi bagi negara-negara berkembang dan dapat memperparah inflasi, termasuk di Indonesia.
Referensi:
- Bloomberg, Latest Oil Market News and Analysis for March 12. Diakses 12 Maret 2026
- Bloomberg, Stocks Drop, Oil Climbs as Iran War Fallout Widens: Markets Wrap. Diakses 12 Maret 2026
- Bloomberg, IMF, Pakistan Extend Talks Amid Questions on Iran War Impact. Diakses 12 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












