Krisis Iran Picu Lonjakan Harga Minyak

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Krisis Iran Picu Lonjakan Harga Minyak

Share this article

Gotrade News - Pasar energi dunia memasuki minggu kedua perang di Teluk Timur Tengah dengan lonjakan harga minyak yang bersejarah. Ekspor energi dari kawasan tersebut terhenti dan pertempuran semakin intensif antara Iran, Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara Teluk. Harga minyak Brent melonjak melebihi $100 per barel, mencerminkan potensi gangguan pasokan yang berkepanjangan.

Key Takeaways:

  • Harga minyak dapat terus meningkat jika konflik berlangsung lama.
  • Gangguan ekspor bisa menekan ekonomi global, termasuk Indonesia.
  • Pola konsumsi energi mungkin perlu disesuaikan karena harga bahan bakar melonjak.

Lonjakan ini mengikuti akhir dari 'masa tenggang' pasar setelah seminggu pertama konflik yang relatif moderat. Dengan meningkatnya ketidakpastian mengenai kapan ekspor minyak dan gas akan normal kembali, para pedagang bersiap menghadapi gangguan pasokan yang lebih parah dan berkepanjangan.

Kapasitas ekspor normal, yang mencapai 20 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan, saat ini tertunda. Hal ini memerlukan baik berakhirnya konflik atau dinetralisasi secara total kemampuan Iran untuk mengganggu pengiriman. Dewasa ini, aktivitas kapal tanker mengalami penundaan akibat ancaman dari ranjau laut, kapal cepat, dan drone Iran.

Dampak ekonomi global dari konflik ini mulai terasa lebih dalam. Harga bensin rata-rata di Amerika Serikat kini mencapai $3.41 per galon, dan potensi kenaikan harga minyak di atas $100 per barel masih terbuka. Juga, konflik ini mengguncang pasar dengan menutup hampir seperlima dari pasokan minyak mentah dan gas alam global.

Penyumbatan di Selat Hormuz—jalur penting bagi perdagangan energi dunia—berarti negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait harus menghentikan pengiriman. Situasi ini meningkatkan ancaman ekonomi bagi negara-negara berkembang dan dapat memperparah inflasi, termasuk di Indonesia.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade