Gotrade News - Administrasi Trump mengalami kesulitan membangun koalisi internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz yang krusial. Situasi ini penting karena blokade Iran di selat tersebut menjadi krisis utama dalam perebutan Gedung Putih.
- Penutupan Selat Hormuz meningkatkan ketegangan internasional.
- Trump hadapi resistensi dari sekutu lama AS.
- Upaya diplomatik dan militer terus diupayakan.
Gedung Putih berusaha menggunakan cara militer dan diplomatik untuk menyelesaikan krisis. Trump ingin negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan beberapa negara lain bergabung untuk membuka blokade tersebut.
Inggris telah menyusun rencana untuk membentuk pasukan multinasional dan berbagi proposal ini dengan AS dan negara lainnya. Trump menyatakan kekecewaannya atas beberapa negara yang skeptis bergabung dengan koalisi ini.
Ketegangan ini diperparah oleh konflik tarif, ancaman, dan hinaan selama satu tahun terakhir antara Trump dan sekutu Eropa. Sementara itu, krisis ini muncul di tengah perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Dengan UAE menutup wilayah udara mereka dan spekulasi terkait keterlibatan negara lain, situasi semakin kompleks. Ketidakpastian ini membuat upaya membuka kembali Selat Hormuz menjadi tantangan yang harus diatasi dengan pendekatan diplomatik yang hati-hati.
Referensi:
- Axios, Trump struggles to build coalition to reopen Strait of Hormuz amid Iran war. Diakses 17 Maret 2026
- Benzinga, Chuck Schumer Blasts Trump For Hoping That China Will Help US Clear The Hormuz Strait: He's Created A 'Mess' And Has No Plan For How To End It. Diakses 17 Maret 2026
- Benzinga, Dow Futures Fall 100 Points, Oil Jumps Above $95 As US Allies Reject Trump's Call To Escort Tankers In Hormuz. Diakses 17 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













