Gotrade News - Pemblokiran Selat Hormuz oleh Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran telah mempengaruhi pasar energi global, termasuk Jepang. Harga minyak mentah melonjak akibat serangan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pemerintah Jepang menyatakan bahwa persediaan energi mereka aman, namun kenaikan harga minyak mentah tak terhindarkan.
Key Takeaways:
- Kenaikan harga minyak mentah global dipicu oleh konflik Timur Tengah.
- Harga bensin di Jepang diprediksi akan menguat minggu ini.
- Jika harga tetap tinggi, tarif listrik dan gas mungkin naik dalam 5-6 bulan.
Sebelum konflik terbaru ini, harga bensin di Jepang ada pada kisaran 157,1 yen per liter. Kini, kenaikan harga minyak diperkirakan berdampak pada harga bensin yang mungkin naik sekitar 3 yen dalam waktu dekat. Hal ini dapat membalikkan penurunan harga yang sempat terjadi setelah penghapusan tarif sementara sebesar 25 yen.
Jepang mengandalkan Timur Tengah untuk 93% pasokan minyaknya. Jika ketegangan tidak mereda, tidak hanya harga bensin, tetapi juga tarif listrik dan gas bisa mengalami kenaikan. Pasar energi Jepang terus memantau situasi ini karena sebagian besar minyak mereka melewati Selat Hormuz, yang kini diblokir.
Pemerintah Jepang juga berharap ketegangan bisa diakhiri dengan dialog damai. Mereka mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina sebagai bagian dari usaha mendamaikan Timur Tengah. Solusi ini diprediksi bisa mempengaruhi stabilitas dan kesejahteraan regional.
Namun, jika konfliknya berkepanjangan, Jepang juga bersiap menghadapi harga energi yang terus meningkat. Meski dampak jangka pendek mungkin tidak signifikan, kenaikan harga dalam jangka panjang dapat menekan pengeluaran rumah tangga dan ekonomi negara.
Referensi:
- Bloomberg, Japan Isn't Sending Minesweepers to Middle East, Takaichi Says. Diakses 12 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












