Gotrade News - Bitcoin mengalami penurunan signifikan menyentuh level terendah dalam dua pekan pada Senin (23/3/2026). Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong sentimen negatif pada aset berisiko.
Aset kripto terbesar dunia ini sempat melemah pada awal perdagangan Asia sebelum kembali ke area support penting. Bitcoin turun hingga mencapai US$67.371, terendah sejak 9 Maret, dan menghabiskan sebagian besar hari pada kisaran US$68.000.
Level support penting tersebut merupakan titik teknikal kunci untuk Bitcoin. Harga ini menentukan arah pergerakan selanjutnya di pasar yang tengah tertekan oleh ketidakpastian global.
Menurut Bloomberg, volatilitas ini sejalan dengan kerentanan pasar terhadap risiko geopolitik. Presiden AS Donald Trump mengancam tindakan militer terhadap Iran bila Selat Hormuz tidak dibuka kembali dalam waktu dekat.
Keterkaitan antara krisis geopolitik dan pergerakan Bitcoin menjadi perhatian utama investor. Ancaman kenaikan harga minyak Brent semakin menambah tekanan pada pasar.
Rachael Lucas, analis di BTC Markets, menekankan bahwa ultimatum 48 jam dari Presiden Trump menjadi katalis utama. Hal ini memicu kekhawatiran global yang mendorong lonjakan harga minyak Brent, memperburuk ketegangan di pasar.
Respons Teheran terhadap ancaman tersebut menambah ketidakpastian. Ancaman penargetan infrastruktur di Timur Tengah dapat memperburuk ketegangan dan merusak stabilitas pasar lebih lanjut.
Perlu dicatat bahwa situasi geopolitik semacam ini sering kali berdampak pada harga Bitcoin. Saat ketegangan meningkat, daya tarik Bitcoin sebagai aset safe haven bisa makin diuji.
Para investor harus memperhatikan perkembangan situasi ini. Bagaimana respons negara-negara terkait akan menentukan arah pergerakan pasar kripto ke depan.
Referensi:
- Bloomberg Technoz, Bitcoin Sentuh Level Terendah Dalam Dua Pekan Terakhir. Diakses 23 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













