Kursi The Fed Kosong, Arah Suku Bunga AS Bisa Berubah Cepat

Kursi The Fed Kosong, Arah Suku Bunga AS Bisa Berubah Cepat

Share this article

Gotrade News - Gubernur Federal Reserve Stephen Miran resmi mundur dari jabatannya sebagai ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih. Langkah ini mengakhiri rangkap jabatan kontroversial yang sempat memicu perdebatan mengenai independensi bank sentral AS.

Keputusan ini membuka jalan bagi perombakan kepemimpinan The Fed yang tengah dipersiapkan Presiden Donald Trump. Perubahan personel ini dapat mempercepat agenda pemangkasan suku bunga yang selama ini didorong pemerintah.

Key Takeaways:

  • Stephen Miran melepaskan jabatan Gedung Putih untuk fokus penuh pada posisi gubernur The Fed.

  • Kekosongan kursi ini dipersiapkan sebagai jalan masuk bagi Kevin Warsh, calon ketua The Fed pilihan Trump.

  • Miran secara konsisten menuntut pemangkasan suku bunga agresif hingga 0,5 persen dalam rapat kebijakan.

Miran sebelumnya ditunjuk pada September untuk mengisi sisa masa jabatan Adriana Kugler yang berakhir 31 Januari. Namun, ia tetap bisa bertahan di dewan The Fed hingga Senat mengonfirmasi penggantinya secara resmi.

Juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengonfirmasi pengunduran diri tersebut pada Selasa (03/02) malam. Menurut laporan AP News, Miran memilih mengambil cuti tidak berbayar alih-alih mundur total sebelumnya.

Arah Kebijakan Suku Bunga

Miran dikenal sebagai pendukung pelonggaran moneter yang agresif sejak bergabung dengan dewan gubernur bank sentral. Ia tercatat selalu memilih "tidak" dalam empat pertemuan komite karena menuntut pemangkasan bunga lebih besar.

Berdasarkan data CNBC, Miran mendesak pemangkasan setengah poin saat pembuat kebijakan lain hanya menyetujui seperempat poin. Sikap ini sejalan dengan keinginan pasar yang mengharapkan likuiditas lebih longgar untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Skenario Transisi Kepemimpinan

Kekosongan kursi yang akan ditinggalkan Miran menjadi satu-satunya celah masuk bagi Kevin Warsh ke The Fed. Trump telah menominasikan Warsh untuk menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya habis pada 15 Mei mendatang.

Banyak pengamat memprediksi Warsh akan mengambil kursi Miran terlebih dahulu sebelum akhirnya naik menjadi ketua. Langkah taktis ini diperlukan karena Powell berpotensi tetap bertahan di dewan meski jabatannya sebagai ketua berakhir.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade