Gotrade News - Harga plastik di Indonesia, khususnya di Pasar Tradisional Curug, melonjak signifikan hingga 70% dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi rantai pasokan petrokimia, sumber utama bahan baku plastik.
Lonjakan harga ini mengakibatkan para pedagang di Pasar Tradisional Curug mengalami penurunan omzet yang cukup drastis. Arwanto, salah satu pedagang plastik di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa hampir semua produk plastik mengalami kenaikan harga. Hal ini membuat daya beli konsumen menurun dan operasional pedagang tertekan.
Harga kantong plastik sebelumnya seharga Rp10.000 kini melambung menjadi Rp16.000, sedangkan kantong plastik merah meningkat dari Rp19.000 menjadi Rp26.000. Tak hanya itu, harga plastik kiloan yang biasa dipakai untuk kopi atau es juga naik dari Rp7.000 menjadi Rp12.000.
Pedagang kopi keliling turut merasakan dampaknya, di mana mereka kesulitan menyesuaikan modal dengan kenaikan harga plastik. Soma, seorang pedagang kopi keliling, mengeluhkan perhitungan modal dan keuntungannya menjadi terhambat. Meski begitu, Ia memilih untuk tidak menaikkan harga jual kopi agar tidak kehilangan pelanggan setia.
Eskalasi konflik Iran vs AS-Israel di Timur Tengah adalah penyebab utama kenaikan harga plastik di Indonesia. Hal ini memicu kenaikan harga pada sektor petrokimia yang berdampak ke harga produk plastik di pasar lokal.
Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, sebelumnya memprediksi tekanan serius pada industri dalam negeri akibat keterbatasan pasokan bahan baku. Penjual di toko plastik Anak Rantau di Pejaten mengonfirmasi bahwa harga plastik sudah mencapai Rp15.000 dari semula Rp10.000, sementara harga styrofoam mengalami kenaikan signifikan.
Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang pasar tradisional, tetapi juga pelaku industri makanan dan minuman yang sangat tergantung pada kemasan plastik. Mereka mengalami kenaikan biaya operasional yang signifikan akibat lonjakan harga bahan baku ini.
Konsumen perlu mewaspadai dampak berkepanjangan dari konflik ini, karena kenaikan harga plastik diperkirakan akan terus berlangsung seiring berlanjutnya krisis di Timur Tengah.
Referensi:
- Berita Satu, Harga Plastik Melonjak, Pedagang Kian Tertekan. Diakses 6 April 2026
- Bloomberg Technoz, Konflik Timteng: Harga Plastik Melangit, Semua Lini Menjerit. Diakses 6 April 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













