Gotrade News - Meta Platforms ([META](https://www.heygotrade.com/id/saham-as/meta/)) kembali mengejutkan pasar dengan rencana belanja modal jumbo untuk infrastruktur kecerdasan buatan tahun ini. Perusahaan menaikkan panduan capex 2026 ke kisaran $125 miliar sampai $145 miliar dari rentang awal yang dianggap sudah agresif.
Panduan baru itu naik dari rentang awal $115 miliar hingga $135 miliar, dan langsung memicu kekhawatiran investor pasar publik. Beban belanja AI yang terus membesar membuat pemegang saham mempertanyakan kapan investasi raksasa ini berbalik menjadi laba operasi.
Poin Penting
- Capex 2026 Meta dinaikkan menjadi $125 miliar sampai $145 miliar, dipicu kenaikan harga memori dan kebutuhan kapasitas pusat data baru.
- Pendapatan kuartal pertama tercatat $56,3 miliar, tumbuh 33% secara tahunan dengan margin operasi 41%.
- Komitmen kontrak infrastruktur multi-tahun melonjak $107 miliar hanya dalam satu kuartal pelaporan.
Pendapatan Meta pada kuartal pertama 2026 mencapai $56,3 miliar, tumbuh 33% dibanding periode sama tahun lalu. Laba bersih melompat ke $26,8 miliar, sebagian terdorong oleh keuntungan pajak senilai $8,3 miliar pada kuartal yang sama.
Bisnis iklan tetap menjadi mesin utama dengan kontribusi $55 miliar dari segmen Family of Apps yang dominan. Harga rata-rata per iklan naik 12% sementara jumlah tayangan iklan tumbuh 19% secara tahunan di seluruh platform Meta.
Pendapatan lain di luar iklan ikut tumbuh 74% menjadi $885 juta, ditopang pesan berbayar dan langganan WhatsApp di pasar utama. Reality Labs justru turun 2% menjadi $402 juta dan masih membukukan kerugian operasional besar pada peta jalan headset.
Jumlah Family Daily Active People tercatat 3,5 miliar pada Maret dengan sedikit penurunan sekuensial dari kuartal sebelumnya. Penurunan dipicu gangguan internet di Iran dan pembatasan akses WhatsApp di Rusia yang berdampak pada basis pengguna global.
Beban Belanja AI Membayangi Sentimen
Menurut [PYMNTS](https://www.pymnts.com/meta/2026/metas-ai-is-delivering-but-comes-with-a-hefty-price-tag/), Meta secara terbuka mengakui telah konsisten meremehkan kebutuhan komputasinya selama beberapa kuartal terakhir. Manajemen menunjuk harga memori yang lebih tinggi dan biaya pusat data baru sebagai pendorong utama revisi panduan capex tahun ini.
Komitmen kontrak multi-tahun bertambah $107 miliar hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini, mencakup perjanjian cloud dan infrastruktur. Kesepakatan tersebut mengamankan kapasitas komputasi hingga 2027 dan menunjukkan komitmen jangka panjang Meta pada perlombaan AI generasi berikutnya.
Capex kuartal pertama saja sudah menyentuh $19,8 miliar, jauh di atas tingkat historis perusahaan dan menekan arus kas. Arus kas bebas tercatat $12,4 miliar dengan posisi kas $81,2 miliar, memberi ruang manuver meski tekanan belanja terus naik.
Melansir [The Motley Fool](https://www.fool.com/earnings/call-transcripts/2026/04/29/meta-meta-q1-2026-earnings-call-transcript/), CFO Susan Li menegaskan bahwa komputasi akan semakin sentral bagi bisnis Meta ke depan. Ia menambahkan perusahaan masih berpotensi terus meremehkan kebutuhan komputasi di tahun-tahun mendatang seiring percepatan adopsi model AI baru.
CEO Mark Zuckerberg menegaskan tonggak yang ia pantau adalah kualitas teknis produk AI dan skalabilitasnya kepada miliaran pengguna global. Pendekatan tersebut menunjukkan Meta belum memprioritaskan metrik pengembalian investasi jangka pendek di tengah investasi infrastruktur yang masif.
Tekanan capex Meta menggemakan tren serupa di Microsoft ([MSFT](https://www.heygotrade.com/id/saham-as/msft/)) dan Alphabet ([GOOGL](https://www.heygotrade.com/id/saham-as/googl/)) sepanjang siklus pelaporan ini. Ketiga raksasa teknologi sama-sama menggelontorkan dana besar untuk membangun kapasitas komputasi AI generasi berikutnya secara paralel.
Pemenang jangka pendek dari arus belanja ini umumnya adalah pemasok chip seperti Nvidia ([NVDA](https://www.heygotrade.com/id/saham-as/nvda/)) dan produsen memori global. Meta juga mendiversifikasi pasokan dengan integrasi chip AMD serta kerja sama silikon khusus bersama Broadcom untuk efisiensi biaya jangka panjang.
Sisi monetisasi AI mulai menunjukkan traksi nyata dengan Business AI menangani 10 juta percakapan per minggu di seluruh platform. Angka itu melonjak dari sekitar 1 juta percakapan di awal tahun, menandai akselerasi adopsi alat AI Meta secara global.
Lebih dari 8 juta pengiklan memakai alat kreatif Meta AI dan arsitektur Lattice mendorong konversi tampilan halaman naik 6% lebih. Kami menilai pertanyaan kunci bukan apakah AI bekerja, melainkan kapan investasi ini berbalik menjadi laba bersih.












