Gotrade News - Industri kecerdasan buatan (AI) bergerak cepat di akhir pekan ini dengan tiga perkembangan besar sekaligus. Meta membangun klona AI berbasis karakter Mark Zuckerberg, konsorsium Jepang resmi terbentuk, dan Inggris menggelar pembicaraan regulasi darurat soal AI.
Ketiga peristiwa ini menandai percepatan adopsi AI di level korporat dan nasional secara bersamaan. Momentum positif terlihat dari investasi besar dan langkah strategis yang diambil para pemain industri terkemuka.
Key Takeaways:
- Meta meluncurkan model AI "Muse Spark" dan membangun klona AI Zuckerberg untuk interaksi dengan karyawan
- SoftBank, NEC, Sony, dan Honda membentuk "Japan AI Alliance" dengan dukungan investasi hingga 1 triliun yen dari NEDO
- Bank of England, UK Treasury, dan FCA menggelar pembicaraan mendesak soal risiko siber dari model Anthropic Claude Mythos
Meta Bangun Klona AI Zuckerberg
Meta merilis model baru bernama "Muse Spark" sebagai bagian dari restrukturisasi besar di bawah Meta Superintelligence Labs. Zuckerberg mendirikan lab ini karena merasa perkembangan model Llama tertinggal dari OpenAI dan Anthropic.
Klona AI berbasis karakter Zuckerberg dirancang untuk berinteraksi langsung dengan karyawan Meta. Langkah ini mencerminkan upaya perusahaan untuk menginternalisasi penggunaan AI dalam operasional sehari-hari.
Meta juga merekrut sejumlah peneliti senior dari OpenAI, Anthropic, dan Google untuk memperkuat tim Superintelligence Labs. Persaingan merekrut talenta AI terbaik kini semakin ketat di antara perusahaan teknologi besar dunia.
Konsorsium AI Jepang Resmi Terbentuk
SoftBank, NEC, Sony, dan Honda secara resmi membentuk perusahaan baru bernama "Japan AI Alliance" untuk pengembangan AI domestik. Masing-masing mengambil kepemilikan lebih dari 10 persen, dengan Nippon Steel, Kobe Steel, MUFG, SMBC, dan Mizuho juga ikut berinvestasi.
SoftBank dan NEC akan memimpin pengembangan model fondasi AI, sementara Sony dan Honda akan mengaplikasikannya di bidang otomotif, robotika, gaming, dan semikonduktor. Konsorsium ini berencana mengajukan permohonan dana NEDO yang menyediakan hingga 1 triliun yen atau sekitar 6,3 miliar dolar AS.
Salah satu fokus utama aliansi ini adalah mengembangkan "physical AI" untuk mengendalikan robot secara otonom. Konsorsium berencana mempekerjakan sekitar 100 insinyur AI yang dipimpin oleh eksekutif dari SoftBank.
Inggris Gelar Pembicaraan Regulasi Darurat
Bank of England, UK Treasury, dan Financial Conduct Authority (FCA) menggelar pembicaraan mendesak bersama National Cyber Security Centre soal model Anthropic Claude Mythos Preview. Langkah ini menyusul pertemuan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Gubernur The Fed Jerome Powell dengan CEO bank-bank besar Amerika soal ancaman siber AI.
Model Mythos dirancang untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak, dan saat ini diluncurkan dalam kapasitas terbatas. Bank, perusahaan asuransi, dan bursa saham Inggris dijadwalkan mendapat briefing risiko siber dalam dua pekan ke depan.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa regulator keuangan global mulai memperlakukan risiko siber dari AI sebagai ancaman sistemik. Langkah proaktif dari otoritas Inggris ini bisa menjadi preseden bagi regulasi serupa di negara lain.
TSMC Cetak Rekor Laba Keempat Berturut-turut
TSMC mencatat pendapatan Q1 2026 sebesar NT$1,13 triliun atau sekitar 35,6 miliar dolar AS, naik 35 persen secara tahunan. Angka ini merupakan rekor pendapatan kuartalan keempat berturut-turut yang didorong oleh permintaan chip AI yang tidak surut.
Hanya pada bulan Maret saja, TSMC mencatat pertumbuhan 45,2 persen secara tahunan menurut data yang dirilis perusahaan. Perusahaan memperkirakan gross margin di kisaran 63 hingga 65 persen untuk kuartal berjalan.
Proyeksi pendapatan tahunan TSMC untuk 2026 diperkirakan tumbuh 30 persen dalam denominasi dolar AS. Permintaan yang kuat dari produsen chip AI seperti Nvidia menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.












