Michael Burry Sebut Nvidia Makin Berisiko Usai Laba Kuartalan

Michael Burry Sebut Nvidia Makin Berisiko Usai Laba Kuartalan

Share this article

Gotrade News - Investor legendaris Michael Burry kembali memperingatkan risiko besar di balik kinerja cemerlang Nvidia. Dalam unggahan Substack berjudul "Nvidia Ratchets Up the Risk" pada Kamis (26/02), Burry menyoroti lonjakan purchase obligations Nvidia dari sekitar $16 miliar menjadi $95,2 miliar dalam 12 bulan terakhir.

Angka tersebut ia temukan dari laporan tahunan Form 10-K fiskal 2026 Nvidia. Menurut Burry, lonjakan ini mencerminkan komitmen kontrak non-cancellable dengan pemasok utama untuk mengamankan kapasitas fabrikasi semikonduktor dan advanced packaging.


Key Takeaways:

  • Purchase obligations Nvidia melonjak hampir 6 kali lipat dalam setahun, menciptakan risiko struktural jika permintaan AI melemah
  • Burry membandingkan situasi ini dengan Cisco saat dot-com bubble, yang mengalami write-down besar saat belanja IT kolaps
  • Wall Street tetap bullish dengan target harga hingga $300, namun saham NVDA justru turun lebih dari 4% pasca laporan laba

Pemasok utama yang dimaksud adalah Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), yang menuntut kontrak lebih panjang dan pembayaran di muka. Hal ini diperlukan untuk membangun kapasitas produksi chip terbaru Nvidia.

Burry menekankan bahwa Nvidia kini menempatkan pesanan non-cancellable jauh sebelum permintaan akhir terkonfirmasi. "This is not business as usual. This is risk," tulisnya, dikutip dari Business Insider.

Bayangan Cisco di Era Dot-Com

Burry menarik paralel dengan Cisco saat gelembung dot-com pada awal 2000-an. Saat itu Cisco memperpanjang komitmen pembelian dengan pemasok untuk menopang pertumbuhan 50% per tahun yang mereka proyeksikan.

Namun ketika belanja IT perusahaan kolaps secara tiba-tiba, Cisco terpaksa melakukan write-down sekitar 40% dari total kewajiban rantai pasoknya. Saham Cisco pun anjlok drastis setelahnya.

Burry menilai total kewajiban pasokan Nvidia sebesar $117 miliar hampir menyamai arus kas operasional perusahaan selama setahun. Artinya, jika permintaan AI melemah, dampaknya bisa sangat berat terhadap neraca keuangan Nvidia.

"Any downturn, when it comes, will be more severe, perhaps even catastrophic, for Nvidia's earnings and balance sheet," tulis Burry. Ia juga menyebut margin laba Nvidia yang tinggi saat ini sebagian besar ditopang oleh pricing power akibat permintaan berlebih.

Wall Street Tetap Optimistis, Pasar Lebih Hati-Hati

Di sisi lain, kinerja kuartalan Nvidia justru melampaui ekspektasi. Menurut laporan Finbold, perusahaan membukukan pendapatan $68,13 miliar, melampaui konsensus $66,21 miliar, dengan laba per saham $1,62 versus estimasi $1,53.

Sejumlah firma besar di Wall Street pun merespons positif. Vivek Arya dari Bank of America menaikkan target harga dari $275 ke $300, sementara JPMorgan, Morgan Stanley, William Blair, dan KeyBanc mempertahankan rekomendasi beli dengan target antara $260 hingga $275.

Meski demikian, pasar bereaksi berbeda dari para analis. Saham NVDA turun lebih dari 4% ke level $187,5, menunjukkan bahwa angka laba saja tidak cukup mengangkat sentimen investor.

Secara keseluruhan, pendapatan dan laba bersih Nvidia tumbuh 65% dalam 12 bulan terakhir masing-masing menjadi $216 miliar dan $120 miliar. Menurut Business Insider, perusahaan juga memproyeksikan pertumbuhan pendapatan kuartal ini bisa mencapai 80% secara tahunan.

Nvidia sendiri tetap memiliki valuasi terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar $4,6 triliun. Namun peringatan Burry menjadi pengingat bahwa di balik angka pertumbuhan yang mengesankan, risiko struktural bisa menjadi faktor penentu arah saham ke depan.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade