Jakarta, Gotrade News - Microsoft Corporation baru saja menyepakati pembelian 2,85 juta kredit karbon tanah dari Indigo Carbon dalam kesepakatan terbesar di sektor ini. Langkah agresif ini diambil demi menyeimbangkan lonjakan emisi operasional akibat ekspansi masif infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Key Takeaways
-
Microsoft membeli 2,85 juta kredit karbon dengan estimasi nilai hingga $228 juta.
-
Langkah ini krusial untuk target "carbon negative" 2030 di tengah tingginya konsumsi energi AI.
-
Petani AS akan mendapat 75 persen dari hasil penjualan kredit sebagai insentif pertanian regeneratif.
Menurut sumber yang dikutip Reuters, kesepakatan 12 tahun ini diperkirakan bernilai antara $171 juta hingga $228 juta. Valuasi tersebut menempatkan harga kredit Indigo Carbon di kisaran premium $60 hingga $80 per ton.
Raksasa teknologi ini bersikeras mengejar target menjadi "carbon negative" pada 2030 meskipun emisi mereka terus mendaki. Beban energi dari pusat data untuk melatih dan menjalankan model AI menjadi tantangan utama target tersebut.
Kredit ini dihasilkan melalui metode pertanian regeneratif yang meningkatkan kemampuan tanah menyerap dan menyimpan karbon. Teknik ini meliputi pengurangan pembajakan tanah serta penggunaan tanaman penutup lahan secara intensif.
Validasi Pasar Karbon
Data dari firma pasar Sylvera menunjukkan adanya lonjakan permintaan signifikan untuk kredit berbasis tanah sejak tahun lalu. Microsoft sendiri sebelumnya memegang rekor pembelian terbesar lewat kesepakatan dengan Agoro Carbon.
Meredith Reisfield dari Indigo Carbon menyebut kesepakatan ini membawa penghapusan karbon tanah ke arus utama aksi iklim korporasi. Hal ini memperkuat reputasi kredit karbon berkualitas tinggi yang sering dipertanyakan validitasnya.
Para petani yang terlibat akan menerima manfaat finansial langsung dari skema ini. Mereka berhak atas 75 persen dari biaya rata-rata tertimbang setiap kredit yang diterbitkan dari lahan mereka.
Phillip Goodman, Direktur Penghapusan Karbon Microsoft, menyatakan antusiasmenya terhadap pendekatan yang memberikan hasil terukur ini. Verifikasi yang ketat menjadi kunci bagi Microsoft untuk memastikan klaim iklim mereka tidak meleset.
Namun, skeptisisme tetap ada terkait permanensi penyimpanan karbon di dalam tanah. Kritikus khawatir teknologi penghapusan ini bisa mendistraksi fokus utama pengurangan emisi langsung dari sumber energi fosil.
Referensi:
-
Reuters, Microsoft in record deal for soil carbon credits as data centres surge. Diakses pada 15 Januari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











