Gotrade News - Harga minyak dunia melonjak tajam setelah Presiden AS, Donald Trump, memberikan ultimatum keras kepada Iran. Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka. Minyak mentah AS meroket hingga USD 114 per barel, sementara Brent mencapai USD 111,43 per barel.
Ancaman ini menambah kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Iran menutup Selat Hormuz, jalur penting yang menghubungkan Teluk Persia ke pasar dunia. Tindakan ini menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.
Peningkatan harga minyak juga dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah dan gangguan distribusi minyak dari Rusia. Pelabuhan di Ust-Luga diserang, menghambat ekspor minyak dan menurunkan produksi Rusia.
OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari mulai Mei. Namun, distribusi minyak tetap menjadi tantangan besar karena kerusakan infrastruktur energi akibat serangan Iran.
Kuwait Petroleum Corporation melaporkan kerusakan fasilitas mereka akibat serangan drone. Kerusakan ini memperburuk kondisi pasokan minyak dunia.
Pada saat yang sama, pasar energi global menghadapi dampak dari pembatasan ekspor dan gangguan operasional di kilang-kilang utama. Pengiriman diesel dari Rusia ke Primorsk telah terhenti sejak akhir Maret.
Menurut analisis Rapidan Energy, total kerugian produksi minyak bisa mencapai 630 juta barel hingga akhir Juni. Hal ini mempertimbangkan pengalihan aliran melalui jalur pipa dan pelepasan stok darurat.
Dengan perkiraan konflik berlangsung hingga pertengahan April, prospek produksi minyak tetap suram. Lonjakan harga minyak membebani ekonomi global dan menambah ketidakpastian pasar energi.
Sementara itu, OPEC+ terus menghadapi tantangan besar dalam memitigasi dampak dari krisis ini. Mereka harus menavigasi kesulitan logistik dan meningkatkan produksi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.
Referensi:
- Liputan6, Harga Minyak Melesat Usai Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran. Diakses 6 April 2026
- MetroTV, Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Kini Dijual USD110/Barel. Diakses 6 April 2026
- Sindonews, Harga Minyak Dunia Melonjak 2,2%, Brent Tembus USD111 per Barel. Diakses 6 April 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













