Mobil Listrik Mulai Ditinggalkan? Tren Hibrida Kini Ambil Alih Pasar

Mobil Listrik Mulai Ditinggalkan? Tren Hibrida Kini Ambil Alih Pasar

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Penjualan kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat diperkirakan mengalami penurunan tajam sebesar 37 persen pada kuartal terakhir 2025.

Kondisi ini menandai perubahan arah pasar setelah sebelumnya sempat melonjak berkat insentif kredit pajak yang kini telah berakhir.


Key Takeaways

  • Penjualan EV diprediksi turun drastis di Q4 2025 seiring hilangnya subsidi pemerintah.
  • Rata-rata harga EV baru lebih mahal 9.000 dolar AS dibandingkan mobil bensin konvensional.
  • Pabrikan otomotif mulai mengalihkan fokus produksi dari EV murni ke model hibrida.

Baca Juga: Dolar AS Diprediksi Melemah di 2026, Ini Dampak ke Aset Lain

Harga Menjadi Penghalang Utama

Faktor ekonomi menjadi alasan utama mengapa konsumen mulai menahan diri untuk membeli mobil listrik baru.

Menurut data dari Kelley Blue Book, rata-rata harga mobil listrik mencapai 57.000 dolar AS per Agustus lalu.

Angka tersebut menunjukkan selisih harga sekitar 9.000 dolar AS lebih mahal dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Kesenjangan harga ini membuat mobil listrik baru menjadi opsi yang kurang realistis di tengah kenaikan biaya hidup.

Pergeseran ke Mobil Bekas dan Hibrida

Sebagai alternatif, konsumen kini lebih memilih pasar mobil bekas atau beralih ke teknologi hibrida.

Cox Automotive mencatat bahwa model EV bekas seperti Tesla, Inc. Model 3 kini dijual di bawah harga rata-rata pasar.

Selain mobil bekas, kendaraan hibrida menjadi jalan tengah yang populer karena menawarkan jangkauan jarak tempuh lebih jauh.

Minat pasar yang tinggi terhadap hibrida memaksa produsen otomotif untuk meninjau ulang strategi produksi jangka panjang mereka.

Respon Strategis Produsen Otomotif

Langkah drastis mulai diambil oleh pemain besar industri otomotif untuk beradaptasi dengan realitas pasar yang baru ini.

Ford Motor Company mengumumkan penghentian produksi F-150 Lightning untuk fokus pada pengembangan pikap listrik yang lebih terjangkau.

Perusahaan tersebut kini menargetkan 50 persen volume globalnya terdiri dari kendaraan hibrida dan listrik pada tahun 2030.

Perubahan strategi ini mengindikasikan bahwa masa depan transportasi mungkin tidak sepenuhnya elektrik, melainkan kombinasi yang lebih pragmatis.

Baca Juga: Prospek Wall Street 2026: Masih Ada Potensi Cuan atau Mulai Rawan?

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade