Morgan Stanley dan BofA Naikkan Proyeksi Nvidia Jelang Earnings Q4

Morgan Stanley dan BofA Naikkan Proyeksi Nvidia Jelang Earnings Q4

Share this article

Gotrade News - Dua raksasa perbankan investasi Wall Street, Morgan Stanley dan Bank of America, sama-sama mempertahankan pandangan optimis terhadap saham Nvidia menjelang laporan keuangan kuartal keempat yang dijadwalkan rilis pada Selasa (25/02). Langkah ini memperkuat ekspektasi bahwa performa Nvidia masih akan menjadi barometer utama arah sektor AI di pasar global.

Morgan Stanley menetapkan target harga $250 dengan rating overweight, sementara Bank of America lebih agresif dengan target $275 dan rating buy. Kedua proyeksi ini menunjukkan keyakinan tinggi bahwa pertumbuhan pendapatan Nvidia belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan signifikan.


Key Takeaways

  • Morgan Stanley memperkirakan pendapatan Q4 Nvidia akan melampaui guidance sebesar $2 miliar atau lebih dari target $64 miliar
  • Bank of America menaikkan estimasi penjualan dan EPS Nvidia, dengan target harga tertinggi di $275
  • Transisi dari arsitektur Blackwell ke Vera Rubin berjalan lebih cepat dari perkiraan awal dan menjadi katalis potensial

Analis Joseph Moore dari Morgan Stanley menyatakan keyakinan tinggi terhadap hasil Q4 Nvidia secara keseluruhan. Menurut laporan riset Morgan Stanley yang dilansir The Street, Moore memperkirakan pendapatan akan melampaui guidance setidaknya $2 miliar di atas target $64 miliar.

Moore juga menilai estimasi konsensus pendapatan sebesar $72 miliar untuk tahun fiskal penuh masih tergolong aman. Angka ini didukung oleh kuartal sebelumnya yang mencatat pendapatan hampir $3 miliar di atas guidance dengan pertumbuhan sekuensial $10 miliar.

Transisi Vera Rubin Jadi Faktor Penentu

Salah satu katalis utama yang disoroti Morgan Stanley adalah percepatan transisi ke arsitektur Vera Rubin. Moore memperkirakan ramp-up Vera Rubin akan berjalan tepat waktu, bahkan berpotensi lebih curam dari ekspektasi awal.

Pergeseran dari Blackwell ke Rubin di paruh kedua tahun ini terjadi lebih cepat dari proyeksi sebelumnya. Kondisi ini memberikan visibilitas lebih baik terhadap permintaan GPU yang tetap kuat di seluruh segmen AI compute.

Dari sisi valuasi, Moore menetapkan target harga $250 berdasarkan 26 kali estimasi EPS kalender 2027 sebesar $9,57. Ia menilai valuasi tersebut masih diskon dibandingkan dengan Broadcom, padahal Nvidia seharusnya diperdagangkan dengan premi lebih tinggi.

Wall Street Kompak Optimistis, tapi Risiko Tetap Ada

Sementara itu, analis Vivek Arya dari Bank of America juga baru menaikkan estimasi penjualan dan EPS untuk Nvidia. Menurut The Street, target harga BofA sebesar $275 didasarkan pada 28 kali rasio price-to-earnings eksklusif kas untuk kalender 2027.

Rasio tersebut masih berada dalam rentang historis forward PE Nvidia yang berkisar antara 25 hingga 56 kali. Artinya, valuasi yang ditetapkan BofA belum melampaui batas atas historis perusahaan.

Meski optimis, kedua bank tetap mencatat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Morgan Stanley menyoroti kemungkinan pasar AI yang tidak berkembang sesuai ekspektasi serta potensi AMD muncul kembali sebagai kompetitor GPU yang serius.

Bank of America menambahkan risiko dari pembatasan ekspor chip ke China dan potensi peningkatan pengawasan pemerintah terhadap dominasi Nvidia. Faktor-faktor ini bisa menjadi penghambat jika regulasi semakin ketat di masa mendatang.

Saham Nvidia sendiri telah pulih dari penurunan tajam dan ditutup di $171,88 pada 5 Februari lalu. Menurut Yahoo Finance yang dikutip The Street, harga tersebut jauh di bawah puncak penutupan $207,04 yang tercatat pada 29 Oktober.

Pemulihan harga menjelang earnings kali ini memberikan sentimen berbeda dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada laporan Q3, saham justru turun pasca earnings meski hasilnya melampaui ekspektasi secara signifikan.

Perhatian pasar kini tertuju pada apakah Nvidia bisa mengulang kejutan positif dan mempertahankan momentum kenaikan. Hasil earnings Q4 besok akan menjadi ujian penting bagi narasi pertumbuhan AI yang selama ini mendominasi pasar.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade