Gotrade News - Indonesia dan Jepang menandatangani 10 Nota Kesepahaman (MoU) senilai USD23,1 miliar atau Rp392,7 triliun. Kesepakatan ini ditandai pada kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Langkah ini menunjuk pentingnya kerja sama strategis di tengah perubahan ekonomi global.
MoU ini bertujuan membawa kemitraan RI-Jepang ke tingkat lebih tinggi. Diharapkan, ini memperkuat hubungan ekonomi bilateral yang telah terjalin selama 68 tahun. Jepang selama ini menjadi tujuan ekspor terbesar keempat bagi Indonesia dengan nilai USD17,61 miliar.
Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi ekonomi dalam menghadapi dinamika global. Kolaborasi ini dianggap sebagai kunci stabilitas dan hubungan jangka panjang antara kedua negara. Jepang juga merupakan investor besar di Indonesia dengan nilai investasi USD3,13 miliar.
Kerja sama ini menunjukkan niat kedua negara untuk modernisasi kerangka ekonomi bilateral. Perjanjian ekonomi Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) sedang diperbarui untuk meningkatkan akses pasar dan kolaborasi ekonomi.
Lini investasi Jepang di Indonesia mencakup sektor otomotif, alat transportasi, kimia, dan farmasi. Jepang juga berperan dalam pembangunan infrastruktur strategis seperti transportasi, pelabuhan, energi, dan proyek perkotaan.
Prabowo menyatakan bahwa investasi Jepang selalu membawa kualitas, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Berdasarkan ini, diharapkan hubungan strategis dapat terus berkembang menjadi lebih kuat.
Kemitraan ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi tradisional. Fokus lain termasuk transisi energi, pertumbuhan hijau, transformasi industri, dan hilirisasi. Ini bertujuan untuk kolaborasi berbasis masa depan yang lebih adaptif.
Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pembaruan IJEPA diharapkan memperkuat fondasi kerja sama. Termasuk perluasan kolaborasi dan modernisasi ekonomi yang menguntungkan kedua pihak.
Dengan dukungan tinggi dari kedua negara, kerja sama ini menegaskan langkah konkret menuju kemitraan yang lebih modern dan tahan uji. Langkah ini diharapkan menjadi basis yang kuat bagi ekonomi dan kemitraan strategis masa depan.
Referensi:
- infobanknews, RI dan Jepang Sepakat Kerja Sama Rp392,7 Triliun, Dorong Kemitraan Strategis. Diakses 31 Maret 2026
- Kompas, RI-Jepang Sepakati MoU Rp 392 T, Kuatkan Kemitraan Ekonomi Strategis. Diakses 31 Maret 2026
- Bloomberg Technoz, RI Minta Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela. Diakses 31 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












