Nasib FSD Tesla: Penyelidikan NHTSA Diundur ke Februari

Nasib FSD Tesla: Penyelidikan NHTSA Diundur ke Februari

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Tesla mendapat tambahan waktu dari regulator Amerika Serikat untuk menjawab investigasi fitur Full Self-Driving (FSD). Hal ini memberikan ruang bernapas bagi perusahaan di tengah pengawasan ketat keamanan berkendara.

Key Takeaways:

  • NHTSA memberikan perpanjangan waktu lima minggu bagi Tesla hingga 23 Februari.

  • Saham TSLA menguat tipis setelah sebelumnya mengalami penurunan mingguan.

  • Teknologi robotaxi diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru yang lebih kuat.

Menurut laporan dari Watcher Guru, regulator NHTSA memberikan perpanjangan waktu hingga 23 Februari mendatang. Tenggat waktu awal bagi perusahaan untuk merespons seharusnya jatuh pada 19 Januari 2026.

Saham Tesla Inc. menguat tipis pada perdagangan Jumat setelah kabar tersebut beredar luas. Kenaikan ini menutup sebagian kecil dari penurunan mingguan yang tercatat sebesar 1,08 persen.

Investigasi fitur otonom ini bermula sejak Oktober 2025 terkait laporan kendaraan yang melanggar hukum lalu lintas. NHTSA mengumpulkan data mobil yang melaju di jalur salah saat menggunakan fitur otonom tersebut.

Faktor Penentu Pergerakan Berikutnya

Meski menghadapi tekanan hukum, optimisme analis terhadap masa depan teknologi otonom Tesla tetap terjaga. Mereka kini menantikan peluncuran model Cybercab yang direncanakan akan debut pada tahun ini.

Seth Goldstein dari Morningstar menyatakan pengujian taksi tanpa pengemudi berjalan sesuai ekspektasi manajemen. Kemajuan ini dinilai sangat penting untuk menggantikan pendapatan dari penjualan mobil listrik yang melandai.

Sektor robotaxi diprediksi akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi raksasa otomotif pimpinan Elon Musk. Fokus pasar kini mulai beralih dari jumlah pengiriman unit ke inovasi perangkat lunak.

Saat ini, konsensus analis Wall Street masih memberikan rating Hold untuk saham produsen mobil tersebut. Target harga rata-rata analis berada pada level 393,89 dolar AS per saham.

Angka tersebut menyiratkan adanya risiko penurunan harga sekitar 8 persen dari posisi saat ini. Investor kini bersikap menunggu konfirmasi lebih lanjut terkait hasil investigasi akhir bulan depan.

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade