Gotrade News - NextEra Energy (NEE) mengumumkan akuisisi Dominion Energy (D) senilai $67 miliar pada Senin (18/5). Transaksi ini menjadi merger utilitas terbesar dalam sejarah pasar saham Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut menyatukan dua utilitas raksasa untuk memenuhi lonjakan permintaan listrik dari pusat data kecerdasan buatan. Saham Dominion melonjak lebih dari 18 persen pada sesi pra-pembukaan setelah pengumuman.
Key Takeaways
- NextEra membayar premium 22 persen atas harga saham Dominion sebelum kesepakatan diumumkan.
- Entitas gabungan melayani lebih dari 12 juta pelanggan di 10 negara bagian Amerika Serikat.
- Sektor utilitas AS naik 4,1 persen menyusul ekspektasi gelombang konsolidasi lanjutan.
Rincian Transaksi Mega-Merger
Menurut Bloomberg, NextEra membayar tunai dan saham dengan rasio 0,85 lembar NEE per saham Dominion. Total nilai enterprise mencapai $89 miliar termasuk utang Dominion sebesar $22 miliar.
Dewan direksi kedua perusahaan menyetujui transaksi secara bulat pada Minggu malam. Penutupan kesepakatan ditargetkan kuartal keempat 2027 setelah persetujuan regulator federal.
Dilansir Investing.com, entitas gabungan akan memiliki kapasitas pembangkit terpasang sebesar 88 gigawatt. Angka itu menjadikannya operator utilitas terbesar di Amerika Utara berdasarkan kapasitas listrik.
Manajemen NextEra memproyeksikan sinergi tahunan sebesar $2,3 miliar dalam tiga tahun pertama. Penghematan berasal dari konsolidasi operasional dan efisiensi pengadaan bahan bakar.
Permintaan Listrik AI Mendorong Konsolidasi
Melansir Axios, pusat data AI diperkirakan menyerap 9 persen total listrik AS pada 2030. Permintaan ini melonjak dari hanya 2,5 persen pada tahun 2024.
Dominion melayani koridor Virginia Utara yang menjadi pusat data terbesar dunia saat ini. Wilayah tersebut menampung 70 persen lalu lintas internet global melalui infrastruktur Amazon dan Microsoft.
Akuisisi memberikan NextEra akses langsung ke pasar pertumbuhan listrik tercepat di Amerika Serikat. Perusahaan juga memperluas portofolio energi terbarukan untuk memenuhi target karbon pelanggan teknologi.
Analis Morgan Stanley menaikkan target harga sektor utilitas setelah pengumuman tersebut. Saham American Electric Power (AEP) ikut naik 6 persen karena ekspektasi konsolidasi serupa.
Regulator Federal Energy Regulatory Commission diperkirakan akan meninjau ketat dampak persaingan dari merger. Proses persetujuan biasanya memakan waktu 12 hingga 18 bulan untuk transaksi sebesar ini.
NextEra menyatakan akan mempertahankan seluruh tenaga kerja Dominion sebesar 17.000 karyawan pasca-merger. Komitmen ini bertujuan meredam potensi penolakan dari pemerintah negara bagian Virginia dan Carolina Utara.
CEO NextEra John Ketchum menyebut transaksi sebagai langkah strategis menyongsong dekade energi baru. Pernyataan tersebut menegaskan posisi perusahaan sebagai pemimpin transisi energi di Amerika Serikat.
Pasar obligasi merespons positif dengan spread kredit NextEra menyempit 15 basis poin. Investor menilai profil arus kas gabungan lebih stabil dibanding entitas terpisah sebelumnya.












