Nonfarm Payrolls AS April 2026, Upah Melambat

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Nonfarm Payrolls AS April 2026, Upah Melambat

Share this article

Gotrade News - Pasar saham AS bergerak datar saat investor menanti rilis nonfarm payrolls April 2026. Data tersebut keluar Jumat dan jadi acuan utama arah kebijakan suku bunga The Fed.

Futures S&P 500 naik tipis 0,06 % ke 7.261,50 poin pada Minggu malam waktu New York. Futures Nasdaq 100 turun 0,05 % ke 27.823,50 sementara Dow Jones futures menguat 0,1 %.


Key Takeaways

  • Nonfarm payrolls April 2026 dirilis Jumat dan jadi katalis makro utama minggu ini.
  • Pertumbuhan upah tahunan AS turun ke 3,4 % dari level di atas 4 % pada 2023.
  • The Fed menahan suku bunga pekan lalu dan diperkirakan stabil sampai akhir tahun.

Data Employment Cost Index menunjukkan upah sektor swasta naik 0,7 % di kuartal I 2026. Angka ini memperjelas tren perlambatan kompensasi yang dikelola lebih ketat oleh pemberi kerja AS.

Setelah disesuaikan inflasi, kenaikan upah tahunan hanya 0,1 % di periode tersebut. Daya beli pekerja praktis stagnan meskipun nominal gaji secara akuntansi masih terlihat naik.

Ukuran upah yang lebih luas tumbuh 0,8 % sementara total kompensasi naik 0,9 %. Pola ini memberi The Fed ruang untuk tidak agresif menaikkan suku bunga sepanjang sisa 2026.

Rilis nonfarm payrolls menunjukkan jumlah lapangan kerja baru di luar sektor pertanian sepanjang April. Pasar memantau angka headline, revisi bulan sebelumnya, dan pertumbuhan upah per jam dalam satu paket reaksi.

Imbal hasil Treasury jangka panjang menjadi instrumen paling sensitif terhadap rilis bulanan ini. Pergerakan ETF seperti TLT bisa tajam saat data jauh meleset dari konsensus analis.

Tekanan Upah dan Pekerjaan Sampingan

Riset PYMNTS Intelligence menyebut 19,5 % pekerja berpenghasilan rendah kini ambil pekerjaan sampingan rutin. Lebih dari 40 % di kelompok itu memakai penghasilan tambahan untuk menutup kebutuhan pokok bulanan.

Pekerja dengan gaji tahunan di bawah 50.000 dolar AS jadi kelompok paling tertekan. Biaya perumahan, pangan, dan energi naik lebih cepat daripada nominal upah mereka belakangan ini.

Tren ini membentuk gambaran konsumen AS yang lebih hati-hati pada belanja diskresioner. Sentimen finansial yang lemah berpotensi menekan laporan kuartal I 2026 dari emiten ritel dan konsumsi.

Indeks utama AS mencetak rekor pekan lalu setelah laporan kuat Alphabet dan Apple. Minggu ini Palantir, AMD, Walt Disney, Uber, dan Arm rilis laporan, dan reaksi pasar akan memengaruhi QQQ.

Implikasi untuk Investor Indonesia

Investor perlu mencermati tiga angka kunci pada rilis Jumat. Total penambahan pekerjaan, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah per jam jadi penentu reaksi pasar.

Jika data lemah, ETF luas seperti SPY dan DIA berpeluang naik karena peluang pemangkasan suku bunga The Fed membesar. Sebaliknya, data sangat kuat berpotensi mendorong imbal hasil obligasi naik dan menekan valuasi saham teknologi.

Sources

Investing.com, US Stock Futures Steady with More Earnings, Nonfarm Payrolls on Tap, 2026.

PYMNTS, Wage Slowdown Leaves Gig Work Filling Pay Gaps, 2026.


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade