Gotrade News - Nvidia mengumumkan rangkaian kerja sama AI data center dengan SK Hynix, Naver, dan Doosan di Korea Selatan. Pengumuman ini justru memicu saham chip global rontok pada Senin, 8 Juni 2026.
Pasar bereaksi negatif karena data tenaga kerja AS yang kuat menghidupkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Indeks Kospi anjlok 9% dan saham Nvidia sendiri turun 6,20% pada hari pengumuman.
Key Takeaways
Nvidia menjalin kemitraan multi-tahun dengan SK Hynix, Naver, dan Doosan untuk infrastruktur AI Korea.
Kospi jatuh 9%, Samsung turun 7,8%, dan SK Hynix melemah 4,1% di hari yang sama.
Saham Nvidia (NVDA) ikut terkoreksi 6,20% akibat sentimen suku bunga.
Detail Kemitraan
Melansir Investing.com, SK Hynix disebut sebagai mitra memori terbesar Nvidia dengan kontrak lebih dari dua tahun. Kesepakatan ini mencakup opsi perpanjangan dan pasokan memori canggih untuk data center AI.
SK Telecom akan membangun cloud AI berskala gigawatt, dengan data center pertama beroperasi pada 2027. Chairman SK Group Chey Tae-won hadir langsung dalam acara pengumuman tersebut.
Menurut CEO Nvidia Jensen Huang, perusahaan sudah membeli dari SK Hynix bernilai miliaran dolar setiap tahun. Ia menambahkan bahwa volume pembelian itu akan tumbuh secara substansial ke depan.
Permintaan memori yang melonjak ini turut menyorot pemain lain seperti Micron (MU). Investor melihat siklus memori AI sebagai pendorong utama belanja modal industri semikonduktor.
Dilansir TechBuzz.ai, Naver memakai platform DSX Nvidia untuk membangun AI berdaulat (sovereign AI). Kapasitas awal 55 megawatt dengan target akhir skala gigawatt dan biaya puluhan miliar dolar.
Doosan menggandeng Nvidia untuk dorongan physical AI dan robotika melalui divisi Robotics hingga Enerbility. Doosan juga memproduksi material untuk chip Blackwell milik Nvidia.
Pasokan Nvidia ke Doosan mencakup GPU, edge AI Jetson, dan platform Omniverse. Strategi ini menandai pergeseran fokus dari cloud murni menuju kecerdasan buatan fisik.
Sentimen luas ini juga menekan ETF semikonduktor seperti VanEck Semiconductor ETF (SMH). Indeks sektor chip menjadi barometer cepat ekspektasi belanja AI global.
Bagi investor ritel, koreksi tajam ini lebih mencerminkan sentimen makro ketimbang fundamental kesepakatan AI. Aliran dana ke infrastruktur AI Korea tetap menunjukkan permintaan jangka panjang yang kuat.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.