Gotrade News - Saham chip AI kembali memimpin kenaikan Wall Street setelah Nvidia (NVDA) membukukan pendapatan rekor $81,6 miliar pada kuartal fiskal pertama 2027. Pendapatan tersebut melonjak 85% secara tahunan, dengan segmen pusat data tumbuh 92% menjadi $75,2 miliar.
Optimisme diperkuat oleh proyeksi Nvidia sebesar $91 miliar untuk kuartal berikutnya, mengindikasikan akselerasi pertumbuhan ke 95% YoY. Lonjakan ini menyeret saham semikonduktor lain seperti ON Semiconductor (ON) dan Broadcom (AVGO) ke posisi tertinggi baru.
Key Takeaways
- Nvidia mencatat pendapatan rekor $81,6 miliar dengan segmen pusat data naik 92% YoY.
- ON Semiconductor menguat 114% sepanjang tahun berjalan di harga $124,81.
- Platform Vera Rubin Nvidia diproyeksikan memangkas biaya inferensi AI hingga 90%.
Pemicu Reli Chip AI
Menurut The Motley Fool, panduan Nvidia untuk kuartal kedua menyiratkan momentum yang justru mempercepat dari kisaran 73-75% sebelumnya. Hal ini memicu rotasi modal ke seluruh rantai pasok chip AI global, termasuk pemain pendukung dan penyedia silikon khusus.
CEO Jensen Huang menyebut platform Vera Rubin akan menjadi produk paling komersial sukses Nvidia, mengungguli Blackwell yang sedang berjalan. Sistem Vera Rubin mulai dikapalkan pada semester kedua 2026 dan diadopsi oleh setiap perusahaan model frontier sejak hari peluncuran.
Valuasi Nvidia justru tampak moderat di tengah lonjakan pendapatan, dengan P/E trailing di 33 kali atau sekitar separuh dari rata-rata 10 tahun di 61,7 kali. Investor menafsirkan diskon valuasi ini sebagai ruang kenaikan tambahan jika eksekusi Vera Rubin sesuai panduan manajemen.
Risiko yang Masih Membayangi
Dilansir The Motley Fool, ON Semiconductor diperdagangkan di $124,81 atau 37 kali estimasi laba 2026, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi. Manajemen memproyeksikan pendapatan pusat data AI berlipat ganda secara tahunan pada 2026, dengan utilisasi pabrik naik dari 77% menuju kisaran 90%.
ON menguasai sekitar 55% pangsa pasar silicon carbide pada model kendaraan listrik baru yang debut di Beijing Auto Show 2026. Tesis bisnisnya mencakup chip daya EV, penyimpanan energi terbarukan, otomasi pabrik, dan silikon pusat data AI sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang.
Risiko utama datang dari tekanan harga layanan AI yang dipicu oleh Anthropic dan Microsoft pada lini hilir. Jika margin AI tergerus lebih cepat dari ekspektasi, valuasi premium di kelompok chip pendukung dapat ikut terkoreksi dalam siklus pendek.
Bagi investor Indonesia, momentum chip AI memberikan peluang diversifikasi melalui saham fraksional di Gotrade. Kombinasi pemimpin kategori seperti Nvidia dan pemain spesialis seperti ON Semiconductor dapat menyeimbangkan eksposur pertumbuhan dengan profil risiko yang berbeda.












