- Data inflasi PCE inti, ukuran inflasi favorit The Fed, jadi rilis paling ditunggu.
- Estimasi kedua GDP Kuartal II untuk membaca kekuatan ekonomi AS.
- Klaim pengangguran mingguan sebagai sinyal terbaru pasar tenaga kerja.
- Data Consumer Confidence yang menggambarkan tingkat optimisme konsumen.
PCE inti adalah ukuran inflasi favorit The Fed dalam menentukan arah suku bunga. Angka yang lebih dingin dari perkiraan bakal memperkuat alasan untuk memangkas Fed Rate.
Rapat FOMC berikutnya dijadwalkan pada 16-17 September. Saat ini pasar memperkirakan peluang sekitar 83% untuk pemangkasan 25 basis poin di rapat itu.
Di sisi lain, pasar juga memperkirakan bahwasannya The Fed akan menahan (pause) suku bunga dengan probabilitas sekitar 61% sampai 69% bahwasannya suku bunga berada dikisaran 3,50%–3,75%.
Selain itu, pelaku pasar memperkirakan total pemangkasan sekitar 52 basis poin sampai akhir tahun. Data PCE pekan ini bisa menguatkan atau justru menggoyang ekspektasi tersebut.
Kalau inflasi terbukti terkendali, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan makin terbuka. Sebaliknya, inflasi yang membandel bisa menunda rencana pemangkasan.
Estimasi GDP dan klaim pengangguran akan melengkapi gambaran kekuatan ekonomi AS. The Fed kini menaruh perhatian lebih besar pada risiko di pasar tenaga kerja.
Consumer Confidence juga jadi sorotan karena menggambarkan sejauh mana konsumen siap berbelanja. Optimisme rumah tangga sering jadi penopang penting bagi ekonomi AS.
Cek jadwal lengkapnya di Kalender Ekonomi Gotrade supaya kamu tidak ketinggalan rilis penting.
Saham yang Perlu Diperhatikan
Musim earnings teknologi mencapai puncaknya pekan ini. Semua mata tertuju pada Nvidia (NVDA) yang melaporkan hasil kuartalannya Rabu, 26 Agustus, setelah pasar tutup.
Analis memperkirakan pendapatan Nvidia di kisaran USD 93-95 miliar, tumbuh sekitar 96% dibanding tahun lalu. Angka ini didorong permintaan chip AI dan peningkatan produksi produk berbasis Blackwell.
Nvidia saat ini menguasai sekitar 80% pasar chip akselerator AI. Karena posisi itu, hasilnya sering jadi acuan buat seluruh sektor teknologi.
Reaksi harga Nvidia biasanya menular ke saham chip lain seperti AMD dan Broadcom (AVGO). Hasil yang kuat bisa menyalakan kembali reli AI, sementara sinyal melambat bisa memicu koreksi.
Nvidia bukan sekadar satu saham, tapi cerminan seluruh tema kecerdasan buatan. Panduan pendapatan dari manajemen sering lebih penting daripada angka kuartal berjalan.
Selain Nvidia, sejumlah perusahaan besar lain juga melaporkan hasil pekan ini:
Laporan dari sektor software seperti CrowdStrike dan Salesforce juga penting buat dipantau. Keduanya jadi ukuran seberapa besar belanja perusahaan untuk teknologi dan keamanan siber.
Di luar teknologi, laporan Best Buy memberi sinyal soal daya tahan konsumen AS. Konsumen yang masih kuat mendukung argumen skenario soft landing.
Pekan ini sekaligus menguji apakah tema AI masih cukup kuat menopang pasar. Laporan dari pemasok chip seperti Marvell akan memperjelas seberapa luas permintaan itu menyebar.
Musim earnings ini juga menyoroti perdebatan soal besarnya belanja infrastruktur AI. Investor ingin memastikan permintaan riil sepadan dengan investasi yang jor-joran.
Sentimen Pasar
Pasar saham AS memulai pekan ini dari rekor tertinggi. Indeks S&P 500 baru saja menembus level 7.800 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Reli ini ditopang inflasi yang mereda dan keyakinan pada skenario soft landing. Skenario itu berarti The Fed berhasil menurunkan inflasi tanpa memicu resesi.
Data CPI dan PPI awal Agustus yang lebih rendah dari perkiraan jadi pemicu utama optimisme. Sinyal dovish dari Jackson Hole kemudian memperkuat harapan pemangkasan Fed Rate mulai September.
Meski begitu, pekan ini tetap penuh risiko dua arah. Kalau laporan Nvidia mengecewakan atau data PCE lebih panas dari perkiraan, Volatility bisa naik dengan cepat.
Valuasi saham teknologi yang sudah tinggi membuat ruang untuk kekecewaan jadi tipis. Ekspektasi terhadap Nvidia sangat besar, jadi hasil biasa saja pun bisa memicu aksi jual.
Banyak investor memilih menahan posisi besar sampai laporan Nvidia keluar. Setelah itu, arah pasar untuk beberapa pekan ke depan biasanya jadi lebih jelas.
Likuiditas pasar cenderung lebih tipis di akhir Agustus karena banyak pelaku libur. Kondisi ini bisa memperbesar ayunan harga saat data penting keluar.
Namun secara keseluruhan, latar belakang pasar masih tergolong konstruktif. Tren pemangkasan suku bunga biasanya jadi angin segar buat saham, terutama sektor teknologi.
Volatility berpotensi meningkat menjelang rilis data dan laporan besar ini. Wajar kalau kamu melihat ayunan harga yang lebih lebar dari hari biasa.
Buat kamu, ini bukan soal menebak arah harian, tapi bersiap menghadapi pergerakan besar. Pahami katalis yang menggerakkan portofoliomu sebelum data dan earnings rilis pekan ini.
Sources
CNBC, Stock market next week: Outlook for Aug. 24-28, 2026, 2026
Newsquawk, Weekly Economic Calendar - 24th-28th August 2026, 2026
Bloomberg, The S&P 500 Hit Another Record High in 2026, 2026