Saham Alibaba Anjlok 10% Usai Penawaran Saham Rp163 T

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Saham Alibaba Anjlok 10% Usai Penawaran Saham Rp163 T

Gotrade News - Saham Alibaba (BABA) anjlok hingga 10% ke level HK$110,10 pada perdagangan awal di Hong Kong, Senin (24/08). Pemicunya, raksasa teknologi asal China itu menetapkan penawaran saham baru senilai HK$80 miliar atau sekitar $10,2 miliar untuk mendanai pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Melansir Reuters, saham baru itu dihargai HK$112,70 per lembar, sekitar 8,4% di bawah harga penutupan Jumat lalu di HK$122,70. Diskon harga sekaligus potensi dilusi kepemilikan pemegang saham lama menjadi alasan utama tekanan jual yang deras.

Key Takeaways

  • Alibaba menggalang HK$80 miliar (sekitar $10,2 miliar) lewat penawaran saham baru khusus untuk mendanai AI.
  • Saham turun karena diskon harga dan dilusi kepemilikan, bukan karena kinerja bisnis inti yang memburuk.
  • Seluruh dana bersih diarahkan ke kapabilitas AI penuh, mulai dari chip, infrastruktur, hingga pengembangan model.

Rincian Penawaran Saham Baru Alibaba

Rincian Penawaran Saham AlibabaNilai
Total penggalangan danaHK$80 miliar (~$10,2 miliar)
Harga per sahamHK$112,70
Diskon dari penutupan Jumatsekitar 8,4%
Jumlah saham baru710 juta lembar
Penggunaan dana100% untuk AI (chip, infrastruktur, model)

Alibaba menyatakan akan memakai 100% dana bersih untuk berinvestasi pada kapabilitas AI menyeluruh, mencakup chip, infrastruktur, serta pengembangan dan penerapan model AI. Langkah ini memperkuat komitmen sebelumnya senilai 380 miliar yuan atau sekitar $56,5 miliar selama tiga tahun yang diumumkan pada Oktober.

Baca juga: Outlook Pasar AS Pekan Ini: Nvidia & PCE Jadi Sorotan

Kenapa Saham Alibaba Anjlok 10%?

Dilansir Reuters, Charles Wang selaku Chairman Shenzhen Dragon Pacific Capital Management menilai kabar ini negatif dalam jangka pendek karena penawaran saham mengencerkan kepemilikan investor lama. Ia menambahkan investor pada umumnya kurang menyukai belanja modal besar, meski investasi tersebut dinilai bermanfaat untuk jangka panjang.

Tekanan ini muncul hanya beberapa hari setelah Alibaba melaporkan laba bersih kuartalan yang anjlok 75% secara tahunan, terutama akibat besarnya belanja untuk AI. Perusahaan bahkan memangkas perkiraan waktu balik modal investasinya menjadi 2,5 tahun dari sebelumnya 3 tahun.

Follow-on Terbesar dalam Sejarah Bursa Hong Kong

Menurut Metrotvnews, penawaran ini tercatat sebagai follow-on terbesar yang pernah dilakukan emiten di Hong Kong, sekaligus ketiga terbesar di dunia tahun ini setelah Alphabet (GOOGL) dan Intel (INTC). Skala penggalangan dana ini menegaskan perlombaan belanja AI yang kini menyeret nama-nama teknologi besar dunia.

Baca juga: Bitcoin Tembus USD74.000, Saham Kripto AS Ikut Reli

Bagi investor Indonesia, saham Alibaba tetap bisa dibeli secara fraksional lewat Gotrade. Selain melantai di Hong Kong, perusahaan juga tercatat di bursa AS lewat ADR berkode BABA yang umumnya bergerak seiring saham utamanya, sehingga arah pergerakan keduanya cenderung sejalan.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade