Outlook Pasar AS: Risalah FOMC dan Earnings PepsiCo

Gotrade News - Pekan ini pasar AS bergerak di antara dua sinyal yang saling tarik. Data tenaga kerja September melemah tajam, sementara Fed baru saja menaikkan Fed Rate dan inflasi masih tinggi.
- Risalah FOMC Rabu jadi petunjuk utama arah Fed Rate berikutnya.
- PepsiCo, Delta, dan Constellation Brands membuka musim earnings kuartal ketiga.
- Harga minyak dan kabar Iran tetap jadi sumber Volatility pekan ini.
Agenda Ekonomi Pekan Ini
Kalender data pekan ini relatif tipis dibanding pekan lalu. Justru karena itu, setiap rilis berpotensi dibaca lebih tajam oleh pasar.
Berikut jadwal rilis utama yang perlu kamu pantau:
- Senin (5 Okt): ISM Services PMI September, gambaran sektor jasa yang mendominasi ekonomi AS.
- Selasa (6 Okt): Data neraca perdagangan AS.
- Rabu (7 Okt): Risalah rapat FOMC September, acara paling ditunggu pekan ini.
- Kamis (8 Okt): Data klaim pengangguran mingguan.
- Jumat (9 Okt): Sentimen konsumen University of Michigan periode Oktober.
Risalah FOMC menjadi sorotan karena rapat September menghasilkan kenaikan Fed Rate pertama sejak 2023. Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% lewat voting bulat 12-0.
Dalam pernyataannya, Fed menyebut inflasi masih tinggi dan kenaikan ini mendukung kembalinya inflasi ke target 2%. Risalah akan menunjukkan seberapa kuat dorongan di internal Fed untuk menaikkan bunga lagi.
Masalahnya, data tenaga kerja yang rilis Jumat lalu memberi gambaran berbeda. Ekonomi AS hanya menambah 29 ribu pekerjaan di September, jauh di bawah perkiraan 84 ribu.
Unemployment rate juga naik ke 4,2% dari perkiraan 4,1%. Sebagian kenaikan ini dipicu tingkat partisipasi angkatan kerja yang naik ke 61,8%, level tertinggi dalam empat bulan.
Data lemah ini membuat pasar mengurangi taruhan kenaikan Fed Rate di rapat akhir Oktober. Risalah FOMC akan diuji, apakah Fed masih condong hawkish atau mulai memberi ruang untuk menahan bunga.
ISM Services pada Senin juga penting. Jika sektor jasa ikut melambat, narasi perlambatan ekonomi bisa makin kuat.
Survei University of Michigan di akhir pekan akan memperlihatkan ekspektasi inflasi rumah tangga. Survei September mencatat konsumen khawatir soal harga BBM yang mahal dan inflasi yang bandel.
Cek jadwal lengkapnya di Kalender Ekonomi Gotrade supaya kamu siap sebelum tiap rilis.
Saham yang Perlu Diperhatikan
Musim earnings kuartal ketiga mulai bergulir lewat beberapa perusahaan konsumen dan transportasi. Hasil mereka memberi gambaran awal soal daya beli dan tekanan biaya di AS.
Beberapa jadwal yang perlu kamu catat:
- Selasa (6 Okt), setelah penutupan: Constellation Brands (STZ), produsen bir Corona dan Modelo.
- Rabu (7 Okt), setelah penutupan: Levi Strauss (LEVI).
- Kamis (8 Okt), sebelum pembukaan: PepsiCo (PEP).
- Akhir pekan: Delta Air Lines (DAL), pembuka earnings sektor maskapai.
PepsiCo jadi nama besar pertama pekan ini. Konsensus analis memperkirakan pendapatan sekitar US$25 miliar dengan laba per saham US$2,30.
Fokus pasar ada pada volume penjualan snack di Amerika Utara dan proyeksi setahun penuh. PepsiCo dikabarkan berencana menaikkan lagi harga sebagian produknya setelah sempat memangkas harga awal tahun ini.
Delta Air Lines menarik karena sensitif terhadap harga minyak. Dengan minyak mentah AS di kisaran US$91 per barel, biaya avtur akan jadi sorotan utama dalam laporan dan panduan kinerjanya.
Pasar opsi memperkirakan pergerakan saham Delta sekitar 7% setelah laporan. Angka ini termasuk yang terbesar di antara emiten yang melapor pekan ini.
Constellation Brands dan Levi Strauss memberi gambaran soal belanja konsumen untuk produk non-pokok. Keduanya bisa jadi barometer apakah konsumen AS mulai menahan belanja di tengah inflasi tinggi.
Di luar earnings, Nvidia (NVDA) tetap layak dipantau. Bobotnya yang besar di indeks membuat kabar soal data center atau kebijakan ekspor chip bisa menggerakkan pasar secara luas.
Saham energi seperti Exxon Mobil (XOM) juga perlu diperhatikan. Pergerakannya akan banyak mengikuti kabar dari Timur Tengah dan harga minyak.
Sentimen Pasar
Wall Street menutup pekan lalu dengan hasil campuran. Pada Jumat, indeks naik setelah data tenaga kerja yang lemah meredakan kekhawatiran soal kenaikan Fed Rate lanjutan.
Posisi penutupan Jumat (2 Okt) dan kinerja sepekan:
- S&P 500: 7.722,72, turun 0,3% dalam sepekan.
- Nasdaq: 27.190,86, naik 0,5% dalam sepekan.
- Dow Jones: 51.176,96, turun 1,3% dalam sepekan.
Saham teknologi memimpin kenaikan hari Jumat. Polanya jelas: saat ekspektasi Fed Rate turun, saham pertumbuhan biasanya paling diuntungkan.
Namun pasar menghadapi dilema. Data kerja yang terlalu lemah bisa memicu kekhawatiran resesi, sementara inflasi yang masih tinggi membatasi ruang Fed untuk melunak.
Faktor geopolitik juga belum reda. Presiden Donald Trump mengirim 9.000 tentara AS ke Timur Tengah setelah memperingatkan kemungkinan serangan baru terhadap Iran.
Di sisi lain, harga minyak sedikit turun pekan lalu setelah G-7 dan negara-negara Eropa sepakat melepas 100 juta barel minyak dan diesel dari cadangan darurat. Meski begitu, minyak di atas US$90 per barel tetap menekan biaya perusahaan dan konsumen.
Bagi investor di Indonesia, arah Fed Rate juga berdampak langsung. Fed yang tetap hawkish cenderung memperkuat dolar AS, sehingga nilai investasi saham AS kamu dalam rupiah ikut dipengaruhi pergerakan kurs.
Karena itu, pantau juga pergerakan rupiah terhadap dolar AS sepanjang pekan. Kurs bisa menambah atau mengurangi hasil investasi kamu, terlepas dari naik turunnya harga saham.
Oktober secara historis juga dikenal sebagai salah satu bulan paling bergejolak bagi pasar saham. Kombinasi risalah Fed, earnings, dan kabar Iran membuat Volatility bisa naik sewaktu-waktu.
Untuk kamu yang berinvestasi di saham AS, pekan ini lebih tepat dipakai untuk bersiap daripada menebak arah. Catat jadwal rilis, atur ukuran posisi, dan hindari keputusan yang hanya didasarkan pada satu data.
Sources
Federal Reserve, Federal Reserve issues FOMC statement, September 16, 2026, 2026
CNBC, Labor market faltered in September as jobs increased by just 29,000, unemployment rate rose to 4.2%, 2026
Associated Press via WTOP, Wall Street week ahead: Fed minutes, unemployment data, consumer sentiment update, 2026
PepsiCo, PepsiCo Announces Timing and Availability of Third-Quarter 2026 Financial Results, 2026
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.













