Alphabet Jelang Laporan Q3: Cloud Melesat, Capex Disorot

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Alphabet Jelang Laporan Q3: Cloud Melesat, Capex Disorot

Ringkasan

  • Alphabet (GOOGL) akan merilis laporan keuangan kuartal III 2026, dan pasar menyoroti apakah pertumbuhan Search dan Cloud cukup kuat untuk mengimbangi lonjakan capex.

  • Pada kuartal II 2026, pendapatan Alphabet mencapai US$119,8 miliar (naik 24%), dengan Search naik 17% menjadi US$63,3 miliar dan Google Cloud melonjak 82% menjadi US$24,8 miliar.

  • Capex kuartal II mencapai US$44,9 miliar, panduan capex setahun penuh dinaikkan hingga US$205 miliar, dan arus kas bebas tercatat negatif US$5,9 miliar.

  • Sebagai pembanding, AWS milik Amazon tumbuh 37% menjadi US$42,2 miliar, sementara pendapatan The Trade Desk kuartal I 2026 naik 12%, melambat dari 19%.

Gotrade News - Saham Alphabet (GOOGL) kembali disorot jelang rilis laporan keuangan kuartal III 2026. Dalam analisis yang terbit 4 Oktober 2026 di Seeking Alpha, Aseity Research mengulas apa yang perlu dibuktikan Alphabet dalam laporan tersebut.

Argumen utamanya, pasar dinilai bereaksi berlebihan terhadap kekhawatiran bahwa AI akan menggerus bisnis Search, serta terhadap lonjakan belanja modal (capex).

Pertumbuhan Search 17% Jadi Tumpuan Tesis

Aseity Research menilai fitur AI Overviews justru menambah volume pencarian, bukan mengkanibalnya, dan menyebut pertumbuhan Search di kisaran 17% sampai 19% secara tahunan. Penulis juga menilai capex Alphabet "dihukum pasar meski imbal hasilnya terlihat".

Baca juga: Outlook Pasar AS: Risalah FOMC dan Earnings PepsiCo

Data kuartal sebelumnya memberi gambaran dasar. Melansir The Next Web, pendapatan Alphabet kuartal II 2026 yang dilaporkan 23 Juli mencapai US$119,8 miliar, naik 24% secara tahunan. Pendapatan Search naik 17% menjadi US$63,3 miliar, sementara iklan YouTube tumbuh 13% menjadi US$11,1 miliar.

Google Cloud Naik 82%, Capex Dinaikkan ke US$205 Miliar

Mesin pertumbuhan terbesar datang dari Google Cloud. Menurut The Next Web, pendapatan Cloud melonjak 82% menjadi US$24,8 miliar, laba operasinya lebih dari tiga kali lipat menjadi US$8,8 miliar, dan backlog naik ke US$514 miliar dari US$490 miliar.

Sisi lain dari pertumbuhan itu adalah belanja infrastruktur AI. Capex kuartal II mencapai US$44,9 miliar, kira-kira dua kali lipat dari tahun sebelumnya, dan panduan capex setahun penuh dinaikkan hingga US$205 miliar dari kisaran US$180 miliar sampai US$190 miliar. Arus kas bebas tercatat negatif US$5,9 miliar, dan saham Alphabet turun sekitar 5% di perdagangan setelah jam bursa saat itu, menurut laporan yang sama.

Baca juga: Starship Capai Orbit, Saham SpaceX Masih 30% dari Puncak

Amazon (AMZN): AWS Tumbuh 37%, Iklan Naik 26%

Pembanding terdekat di cloud dan iklan digital adalah Amazon (AMZN). Dilansir Pulse 2.0, penjualan bersih Amazon kuartal II 2026 naik 20% menjadi US$200,6 miliar. AWS tumbuh 37% menjadi US$42,2 miliar, laju tercepat dalam 18 kuartal, sedangkan pendapatan iklan naik 26% menjadi US$19,8 miliar.

Laba bersih Amazon tercatat US$62,6 miliar, namun angka ini terdongkrak pendapatan non-operasional sebelum pajak sebesar US$53,4 miliar yang sebagian besar berasal dari investasi Amazon di Anthropic, menurut laporan tersebut.

Metrik kuartal II 2026

Alphabet

Amazon

Total pendapatan

US$119,8 miliar (+24%)

US$200,6 miliar (+20%)

Bisnis cloud

Google Cloud US$24,8 miliar (+82%)

AWS US$42,2 miliar (+37%)

Iklan

Search US$63,3 miliar (+17%), YouTube US$11,1 miliar (+13%)

US$19,8 miliar (+26%)

The Trade Desk (TTD) Tertekan Persaingan DSP Amazon

Berbeda dengan dua raksasa tersebut, platform iklan independen The Trade Desk (TTD) menghadapi perlambatan. Menurut MediaPost, pendapatan kuartal I 2026 The Trade Desk sebesar US$689 juta, naik 12%, melambat dari 19% pada kuartal IV 2025, dan sahamnya turun 15% ke US$20,12 setelah rilis tersebut.

Perusahaan saat itu memproyeksikan pendapatan kuartal II sekitar US$750 juta. Analis New Street Research Dan Salmon, seperti dikutip MediaPost, menyoroti makin banyaknya belanja iklan yang berpindah ke Amazon DSP dan menyebut persaingan berbiaya lebih rendah tetap menjadi masalah.

Bagi investor, laporan kuartal III Alphabet akan menjadi ujian apakah pertumbuhan Search dan Cloud cukup kuat untuk mengimbangi lonjakan capex. Hasilnya juga akan menjadi acuan bagi saham iklan dan cloud lain yang bergantung pada belanja AI.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku