Pasar Asia Menguat Didorong Boom AI 1 Juni 2026

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Pasar Asia Menguat Didorong Boom AI 1 Juni 2026

Share this article

Gotrade News - Pasar Asia menguat pada Senin (1/6/2026) ditopang euforia kecerdasan buatan yang meredam kekhawatiran geopolitik Teluk. Nikkei naik 0,5% setelah melonjak sekitar 5% pekan lalu ke rekor tertinggi sepanjang masa.

Penguatan didorong saham teknologi global seiring sentimen rantai pasok semikonduktor Asia yang positif. Investor melihat siklus AI menjadi penopang utama valuasi pasar saham di kawasan.

Key Takeaways

  • Nikkei naik 0,5%, Korea Selatan 1,3%, Taiwan menguat sekitar 6% pekan lalu.
  • Aktivitas pabrik swasta Tiongkok melambat, menandakan pelemahan ekonomi domestik berlanjut.
  • Momentum ekspor Korea Selatan menopang sikap hawkish Bank of Korea ke depan.

Sentimen AI Menopang Asia

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,2% mengikuti kenaikan Nikkei dan Kospi. Futures S&P 500 menguat 0,2% sementara futures Nasdaq naik 0,4% pada sesi Asia.

Baca juga: Gotrade Daily: Intel Di-upgrade Ganda BofA, Target $135

Korea Selatan melonjak 1,3% setelah reli 8% pekan sebelumnya yang dipimpin sektor cip. Taiwan, rumah bagi Taiwan Semiconductor (TSM), menguat sekitar 6% pekan lalu.

Sepuluh saham terbesar terkait AI kini mewakili sekitar 40% dari total nilai S&P 500. Hanya 21 dari 500 emiten yang mencetak rekor tertinggi, menandakan konsentrasi pasar.

Sektor teknologi melonjak 16% pada Mei sementara saham konsumen pokok justru turun 3%. Pidato Jensen Huang dari Nvidia (NVDA) di COMPUTEX memperkuat sentimen AI global.

Baca juga: Gotrade Daily: Kejutan Capex Oracle Guncang Wall Street

Menurut Investing.com, ekonom JPMorgan Michael Feroli menilai risiko akut bagi ekonomi global mulai mereda. Pernyataan ini mengacu pada normalisasi pengiriman tanker di kawasan Teluk yang berisiko.

Tiongkok Melemah, Korea Menguat

Dilansir Bloomberg, indikator aktivitas pabrik swasta Tiongkok melambat pada periode laporan terbaru. Pelemahan ekonomi domestik Tiongkok dinilai semakin dalam menjelang paruh kedua 2026.

Data ini menambah tekanan bagi otoritas Beijing untuk mempertimbangkan stimulus fiskal dan moneter tambahan. Investor regional kini lebih selektif terhadap eksposur saham siklikal yang sensitif terhadap permintaan Tiongkok.

Melansir Bloomberg, momentum ekspor Korea Selatan terus berlanjut pada periode pelaporan terbaru ini. Ekspor cip dan perangkat keras AI menjadi pendorong utama kekuatan perdagangan luar negeri Korea.

Kondisi ini menopang sikap hawkish Bank of Korea yang mempertahankan suku bunga acuan lebih lama. Permintaan global untuk produk semikonduktor canggih dari Broadcom (AVGO) dan rekannya menjadi katalis.

Harga minyak Brent naik 1,9% ke US$92,89 per barel pada sesi Asia. Minyak mentah AS menguat 2,4% ke US$89,46 mencerminkan kekhawatiran pasokan dari kawasan Teluk.

Harga emas relatif datar di US$4.535 per ons di tengah pergeseran selera risiko investor. Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 4,470% pada sesi tersebut.

Investor disarankan mencermati konsentrasi pasar pada saham AI yang kini mendominasi pergerakan indeks. Diversifikasi portofolio tetap penting di tengah valuasi tinggi sektor teknologi global saat ini.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade