Gotrade News - Pasar saham global mencatat kenaikan mingguan yang kuat, didorong oleh harapan kesepakatan damai di Timur Tengah dan penurunan harga minyak di bawah ambang psikologis $100 per barel. S&P 500 ditutup di rekor tertinggi baru 7.041,28, sementara Nasdaq juga mencetak rekor di 24.102,70.
Poin Penting
- S&P 500 naik 0,26% ke rekor 7.041,28 dan Nasdaq naik 0,36% ke 24.102,70, keduanya mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa
- Minyak Brent turun lebih dari 1% ke $98,14 per barel, WTI turun 1,4% ke $93,37, keduanya di bawah $100
- Gencatan senjata 10 hari Lebanon-Israel dimulai Kamis (17/04), pertemuan AS-Iran berpotensi akhir pekan ini
Indeks S&P 500 menguat 18,33 poin atau 0,26% ke level 7.041,28, menandai rekor penutupan tertinggi baru. Nasdaq Composite naik 86,69 poin atau 0,36% ke 24.102,70, juga mencatat rekor.
Reli ini didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel dimulai pada Kamis (17/04). Potensi pertemuan AS-Iran di akhir pekan menambah optimisme bahwa konflik di kawasan tersebut dapat mereda.
Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 1% ke $98,14 per barel, sementara WTI Amerika turun 1,4% ke $93,37 per barel. Kedua benchmark tetap di bawah level kritis $100, memberikan kelegaan bagi ekonomi global yang terbebani biaya energi tinggi.
Selat Hormuz yang menghubungkan seperlima pasokan minyak dan gas global masih sebagian besar tertutup. Namun ekspektasi terhadap kemajuan diplomatik telah mengurangi premi risiko geopolitik di pasar komoditas.
Indeks MSCI Asia-Pasifik (di luar Jepang) turun 0,83% karena aksi ambil untung setelah reli besar. Indeks kawasan ini telah naik 14% sepanjang April setelah terkoreksi 13,5% di Maret.
Sebagian besar pasar saham global telah kembali ke level sebelum eskalasi konflik pada akhir Februari. Seorang analis mencatat ada kontras kuat antara apa yang dikatakan pembuat kebijakan tentang risiko versus apa yang diimplikasikan pasar.
Di pasar mata uang, indeks dolar berada di 98,24, mendekati level terendah sejak 2 Maret. Euro diperdagangkan di $1,1782 mendekati level tertinggi tujuh minggu, sementara dolar Australia berada di $0,7167 mendekati level tertinggi empat tahun.
Pelemahan dolar mencerminkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve memiliki ruang lebih besar untuk memangkas suku bunga jika ketegangan geopolitik mereda. Yen Jepang sedikit melemah ke 159,48 per dolar.
Sumber
- Investing.com, Stocks set for weekly gain, oil below $100 on peace deal hopes, 2026
- Bloomberg, FTSE 100 Live: UK Stocks Set to Rise, Iran Talks in Focus, 2026












