Gotrade News - Pasar saham Australia mencatat kenaikan signifikan pada Selasa (31/03), meskipun ketidakstabilan ekonomi akibat perang di Timur Tengah. Indeks S&P/ASX 200 meningkat 1% setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesiapan mengakhiri perang, meskipun Selat Hormuz masih tertutup.
Key Takeaways:
- Pernyataan Trump memicu optimisme di pasar saham Australia.
- Kenaikan harga terjadi pada sektor teknologi dan perbankan.
- Pemerintah Australia tetap berencana melanjutkan reformasi pajak di tengah situasi ekonomi global yang bergejolak.
Kenaikan signifikan terjadi pada saham teknologi dan perbankan yang rebound setelah mengalami tekanan sebelumnya. Xero, WiseTech Global, dan TechnologyOne termasuk yang meraup kenaikan, masing-masing naik 8.4%, 5.9%, dan 4%.
Di sektor energi, meskipun ada penurunan harga minyak mentah Brent sebesar 1.1%, Woodside Energy, Santos, dan Ampol mengalami sedikit penurunan, namun sektor ini masih menunjukkan tren bulanan yang positif dengan potensi kenaikan 20%.
Treasurer Jim Chalmers menegaskan bahwa reformasi anggaran federal Australia akan tetap berlanjut meskipun terdampak oleh ketidakpastian akibat perang. Langkah-langkah ini bertujuan mengatasi ketidaksetaraan antar-generasi dan meningkatkan produktivitas.
Di tengah ketidakstabilan ini, sektor emas mendapat keuntungan dengan kenaikan harga emas 1.4% menjadi $US4546 per ounce. Hal ini dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi AS jangka panjang yang stabil meskipun ada eskalasi di Timur Tengah.
Pemerintah Australia berkomitmen menyesuaikan kebijakan anggaran dengan kondisi ekonomi saat ini, walaupun keputusan akhir terkait anggaran terjadi lebih lambat dari biasanya.
Referensi:
- Bloomberg, Stock Futures, Bonds Advance on Trump War Report: Markets Wrap. Diakses 31 Maret 2026
- Bloomberg, South Korea Rolls Out $17 Billion Budget to Counter Iran Shock. Diakses 31 Maret 2026
- Bloomberg, Energy Crisis: Iran's Grip on Hormuz is Tighter Than Ever After a Month of War. Diakses 31 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












